Berita Viral

Motif Kepala Sekolah Diduga Aniaya Guru Agama Sitti Halimah, Tunjangan Rp45 Juta Ditahan

Diduga karena sentimen pribadi, sang kepala sekolah sengaja menahan tanda tangan berkas administrasinya. 

TRIBUN MEDAN
Seorang guru agama dianiaya kepala sekolah di SD Negeri di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimatan Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang guru agama bernama Sitti Halimah kini harus terbaring lemah di ranjang rumah sakit, bukan karena penyakit biasa, melainkan karena luka mendalam akibat dugaan intimidasi dan kekerasan fisik yang dialaminya di lingkungan sekolah.

Kejadian kekerasan terhadap guru itu terjadi di SDN 001 Sebatik Tengah, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara.

Kisah memilukan ini mencuat setelah Muhammad Nurhidayat, putra kandung Sitti, membagikan curahan hati di media sosial yang kemudian viral dan memantik amarah netizen.

Motif kejadian itu, diduga karena sentimen pribadi, sang kepala sekolah sengaja menahan tanda tangan berkas administrasinya. 

Baca juga: 5 Bulan DPO, Pelaku Pemanah Warga Ditembak Polsek Belawan, Sempat Melawan

Dampaknya fatal, tunjangan sertifikasi Sitti selama satu tahun senilai Rp45 juta gagal dicairkan.

Puncak dari segala intimidasi ini membuat kondisi kesehatan Sitti merosot tajam. 

Ia terpaksa dilarikan ke RSUD Tarakan dengan selang infus terpasang, berjuang untuk pulih dari trauma yang menghancurkan jiwanya.

Ketegaran yang Runtuh di Ruang Perpustakaan

Selama ini, Sitti Halimah dikenal sebagai sosok pendidik yang tegar. 

Di depan anak-anaknya, ia selalu pulang membawa senyum, seolah beban pekerjaan di SDN 001 Sebatik Tengah hanyalah angin lalu. 

Namun, di balik senyum itu, tersimpan derita yang menyesakkan dada.

Baca juga: BUAT Sejarah Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia 2026, Hector Souto Kritik Pedas Fasilitas

Narasi yang beredar mengungkapkan betapa pahitnya hari-hari yang dilalui Sitti. 

Ia diduga dilarang menginjakkan kaki di ruang guru dan dipaksa beraktivitas di perpustakaan dengan fasilitas seadanya. 

Tak berhenti di situ, dugaan kekerasan fisik pun terjadi, sebuah kursi dan sekop sampah disebut-sebut melayang ke arahnya, dilempar oleh sang kepala sekolah.

Baca juga: NASIB Penendang Kucing di Blora Masuk Tahap Penyidikan, Pelaku Tawarkan Ganti Kucing ke Pemilik

Isi Hati Sang Anak yang Menggetarkan Publik

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved