Berita Viral
Reaksi Anak Suderajat, Tanggapi Ayahnya Penjual Es Gabus Dituduh Dedi Mulyadi Suka Bohong
Namun berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Dokkes, es kue yang dijual Jajat aman dikonsumsi.
TRIBUN-MEDAN.com - Andi, anak Suderajat (49), penjual es gabus yang sempat viral di media sosial, kini buka suara.
Ia buka suara untuk melakukan pembelaan terhadap ayahnya yang kini dituduh berbohong kepada Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi saat diwawancarai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di YouTube-nya.
Seperti diketahui, nama Suderajat menjadi perbincangan setelah dihardik Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo di Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (23/1/2026).
Ia dituduh menjual es kue yang terbuat dari spons.
Namun berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Dokkes, es kue yang dijual Jajat aman dikonsumsi.
Belakangan, setelah viral di media sosial, Suderajat mendapatkan banyak bantuan, termasuk salah satunya dari Dedi Mulyadi.
Setelah bertemu dengan Dedi Mulyadi, Suderajat kembali menarik perhatian publik karena pernyataannya sering dianggap tidak sesuai dan terkesan berbohong.
Andi menegaskan, pernyataan ayahnya yang dinilai tidak sesuai fakta bukan karena menipu.
"Kami mewakili bapak, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Terima kasih kepada seluruh donatur yang sudah menyisihkan rezeki untuk bapak saya. Semoga Allah membalas kebaikan, saya hanya bisa berdoa," kata Andi, anak Suderajat, kepada Kompas.com, Senin (2/2/2026).
Ia meluruskan bahwa sang ayah saat ini terindikasi mengalami gangguan kejiwaan pascatrauma.
Kondisi tersebut muncul setelah Suderajat sempat dituduh menjual es gabus berbahan spons yang kemudian viral.
Hasil diagnosis sementara itu didasarkan pada tinjauan awal pihak Kecamatan Bojonggede.
Ia meluruskan ucapan Suderajat kepada Dedi Mulyadi soal rumah yang dinilai kebohongan.
Suderajat kala itu menjelaskan bahwa dirinya dan keluarga tinggal mengontrak bukan memiliki rumah pribadi.
Andi menjelaskan bahwa Suderajat dan keluarga saat ini menempati rumah kontrakan sejak Desember 2025 karena rumah pribadi mereka sedang direnovasi melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Kabupaten Bogor.
| POLEMIK Mahasiswi Korban Pelecehan Jadi Tersangka ITE, Akhirnya Polres Pagar Alam Terbitkan SP3 |
|
|---|
| Presiden Prabowo Singgung Pemakzulan, Mahfud MD Sebut Bukan Makar Lontaran Kritik Saiful Mujani |
|
|---|
| Golkar Percaya Diri Menterinya tak Masuk dalam Reshuffle Presiden Prabowo |
|
|---|
| Jaksa Dianggap Terlalu Paksakan Kasasi Kasus Delpedro dkk, Lemah Pembuktian Tuduhan Penghasutan Demo |
|
|---|
| 16 Orang Diduga Terlibat Kasus Andrie Yunus Libatkan Sipil, TAUD Buat Laporan ke Bareskrim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dedi-mulyadi-suderajat-penjual-es1-tribunmedan.jpg)