Banjir dan Longsor di Sumatera

Saham United Tractors dan Astra Anjlok Imbas Izin Tambang Emas Martabe PT Agincourt Dicabut

Pencabutan izin PT Agincourt Resources yang mengelola tambang emas Martabe mulai berdampak terhadap saham induk perusahannya

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
IZIN DICABUT - Suasana di pintu masuk Tambang Emas Martabe usai izin usaha pertambangan PT Agincourt Resources resmi dicabut oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu (21/1/2026). 

Ringkasan Berita:Harga Saham Anjlok Imbas Izin Dicabut
  • Pencabutan izin PT Agincourt Resources yang mengelola tambang emas Martabe karena menyebabkan bencana Sumatera, berimbas negatif terhadap saham perusahan induknya.
  • Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dan induk usahanya,  PT Astra International Tbk (ASII) kini anjlok.
  • Harga saham UNTR anjlok mulai Rabu (21/1) ke level Rp27.200 per saham, dari posisi hari sebelumnya Rp31.975.
  • Sedangkan saham induknya, ASII pada Rabu (21/1/2026) dibuka anjlok ke posisi Rp6.300.

 

TRIBUN-MEDAN.com - Pencabutan izin PT Agincourt Resources yang mengelola tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara (Sumut), mulai berdampak terhadap saham jaringan perusahaan tersebut.

Harga saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dan induk usahanya,  PT Astra International Tbk (ASII) kini anjlok.

PT Agincourt Resources merupakan satu dari total 28 perusahaan yang izinnya dicabut Presiden Prabowo karena melakukan pelanggaran yang menyebabkan banjir bandang dan longsor Sumatera.

Tercatat, harga saham UNTR anjlok mulai Rabu (21/1/2026) ke level Rp27.200 per saham, dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp31.975 per saham.

Kemudian, awal perdagangan Kamis (22/1/2026) saham UNTR mulai di posisi Rp27.625, tetapi kembali merosot kembali ke level Rp27.200, yang akhirnya ditutup di angka Rp27.500 per saham.

Lalu, perdagangan Jumat (23/1/2026), bergerak fluktuatif tidak dapat menyentuh level pada hari sebelum anjlok, hingga berakhir di posisi Rp27.275 per saham.

Sedangkan saham induknya, ASII pada Rabu (21/1/2026) dibuka anjlok ke posisi Rp6.300 dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp7.250 per saham.

Perdagangan kemarin, saham ASII pergerakannya lebih baik dari anak usahanya UNTR, yang mana ditutup di level Rp6.625 per saham.

Saham TPL Digembok

Kondisi lebih parah dialami PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU), perusahaan bubur kertas yang juga dicabut izinnya imbas banjir Sumatera.

Pencabutan izin ini berdampak langsung pada perdagangan saham perusahaan yang mengalami suspensi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

BEI menghentikan perdagangan saham INRU yang menyebabkan sekitar 5,32 persen saham publik tertahan dengan nilai mencapai Rp 43,6 miliar.

Pergerakan harga saham Toba Pulp Lestari menunjukkan tren penurunan signifikan, dengan penurunan sebesar 19,73 persen dalam tiga bulan terakhir.

Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak pencabutan izin dan isu lingkungan yang melingkupi perusahaan. 

Prabowo Cabut Izin 28 Perusahan

Presiden Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran kegiatan usaha Pasca terjadinya bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang terjadi pada akhir November 2025.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved