Berita Viral

PURBAYA Pantau Saldo Tabungan Pejabat Kemenkeu, Klaim Tak Bisa Sembunyi: Jangan Anggap Enteng

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperingatkan pejabat Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai

Tribunnews.com
BANGUN JEMBATAN - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku baru mengetahui, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membangun jembatan darurat di Sumatera, satu di antaranya dengan utang. Momen itu terjadi dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI, di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025), yang disiarkan langsung di YouTube DPR RI. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperingatkan pejabat Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai untuk tidak sembunyi-sembunyi terkait pendapatan. 

Purbaya memastikan bisa memantau saldo tabungan para pejabat di Kemenkeu. 

Purbaya memiliki akses untuk melihat saldo tabungan pejabat Kemenkeu. 

"Saya sudah periksa semua tabungan mereka beberapa tahun terakhir yang termasuk yang di sini. Angka saldo tabungannya normal-normal saja," kata Purbaya di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).

Purbaya menilai para pejabat pajak dan bea cukai cukup piawai dalam mengelola keuangan pribadi mereka di bank.

Meski tabungannya dinilai normal, Purbaya memperingatkan kepada mereka bahwa dirinya juga bisa melihat dari tempat lain.

"Jangan anggap enteng. Saya masih bisa lihat dari tempat yang lain atau orang lain bisa lihat dari tempat yang lain,” ujarnya.

Baca juga: Polsek Sunggal Buat Pincang Pelaku Curanmor Yang Sudah Beraksi Puluhan Kali

Baca juga: Fendi Jonathan Buka Alasan PSMS Medan Lepas Empat Pemain Muda pada Paruh Musim

Menurut Purbaya, pengawasan tersebut tidak hanya menyasar pejabat tinggi, tetapi juga pejabat eselon III, terutama mereka yang tengah dipertimbangkan untuk promosi jabatan.

"Sebagian besar eselon I juga saya lihat, jago-jago mereka. Flat aja juga (isi tabungannya, red)," ucap Purbaya.

Ia menegaskan, akses pemeriksaan tersebut bukan hanya mengandalkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), tetapi melalui jalur lain yang tidak ia jelaskan secara rinci.

"LHKPN kita lihat masuk akal apa enggak, terus bandingkan dengan uangnya yang di bank tahun ke tahun kayak gimana, jadi enggak bisa sembunyi lagi pejabat-pejabat kami dari pengawasan kita," kata Purbaya.

"Mudah-mudahan ke depan membaik. Tentu saja enggak akan sempurna [pemeriksaannya] karena mereka (pejabat Kementerian Keuangan) cukup canggih," pungkasnya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut tak segan akan membekukan instansi Bea Cukai tidak berbenah terkait permasalahan impor ilegal. Termasuk barang thrifting hingga beras impor ilegal. 

Purbaya mengancam jika tak kunjung berbenah, maka ada sekitar 16.000 pegawai Bea Cukai akan dirumahkan.

"Kalau Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih nggak puas, Bea Cukai bisa dibekukan, diganti dengan SGS seperti zaman dulu lagi," ujar Purbaya, dikutip dari Kompas.com pada Senin (1/12/2025).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved