PSMS Medan
Fendi Jonathan Buka Alasan PSMS Medan Lepas Empat Pemain Muda pada Paruh Musim
PSMS Medan kembali melakukan perombakan skuad pada bursa transfer paruh musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PSMS Medan kembali melakukan perombakan skuad pada bursa transfer paruh musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.
Manajemen Ayam Kinantan secara resmi mencoret empat pemain sekaligus dari daftar tim, yang sebelumnya masuk dalam regulasi pemain usia muda.
Empat pemain yang dilepas tersebut yakni dua putra daerah Sumatera Utara, Reyki Fariz dan As-Syifa Marhaen, serta dua pemain lainnya, Zarhan Fahrezi dan Lutfi Umam. Kepastian pencoretan ini diumumkan langsung melalui unggahan akun Instagram resmi PSMS Medan pada Kamis (22/1/2026), yang juga dipantau Tribun Medan.
Dalam unggahan tersebut, manajemen PSMS Medan menyampaikan pesan perpisahan singkat namun sarat makna kepada keempat pemain.
“Terima kasih. Tetap tumbuh dan kerja keras di mana pun berada,” tulis akun resmi Instagram PSMS Medan.
Keempat pemain ini diketahui merupakan bagian dari kuota pemain muda PSMS Medan pada Pegadaian Championship musim 2025/2026. Meski berstatus pemain regulasi usia muda, kontribusi mereka di lapangan sepanjang paruh musim pertama berbeda-beda.
Presiden Direktur PSMS Medan, Fendi Jonathan, menjelaskan bahwa pencoretan pemain regulasi usia muda merupakan bagian dari hasil evaluasi tim. Ia menegaskan, regulasi pemain muda memiliki batasan kuota sehingga tidak semua pemain bisa dipertahankan.
“Sudah pernah saya sampaikan, pemain regulasi juga kita evaluasi. Regulasi itu kan hanya lima pemain, jadi pasti ada yang kita lepas. Sayang juga mereka masih muda, kalau hanya kita diamkan di luar tim nanti hanya sekadar latihan. Lebih baik mereka punya jam terbang di klub lain,” ujar Fendi kepada Tribun Medan.
Salah satu nama yang cukup menarik perhatian dalam pencoretan ini adalah Reyki Fariz. Pasalnya, pada era kepelatihan Kas Hartadi, Reyki sempat menjadi pilihan utama di sektor pemain regulasi Ayam Kinantan. Pemain berposisi sayap kanan tersebut sudah tampil dalam 13 pertandingan dan menyumbangkan satu assist dengan total waktu bermain mencapai 961 menit.
Terkait pencoretan Reyki Fariz, Fendi mengungkapkan keputusan tersebut diambil berdasarkan kebutuhan tim dan evaluasi pelatih. Menurutnya, posisi gelandang di PSMS Medan saat ini sudah cukup padat.
“Untuk Reyki, semuanya sudah kita cek dan evaluasi. Kita sudah punya beberapa pemain regulasi seperti Husein Zaki, Danny Adit, dan Fajri. Posisi gelandang juga sudah penuh dan pelatih melihat Zaki mungkin lebih berpotensi. Keputusan akhirnya ada di pelatih,” jelasnya.
Fendi juga menegaskan bahwa manajemen PSMS Medan tidak ingin bersikap egois dengan menahan pemain, terlebih pemain muda yang masih membutuhkan menit bermain.
“Intinya kami manajemen tidak egois menahan pemain. Biar mereka punya jam terbang. Saya juga bukan memprioritaskan putra daerah sebagai yang utama. Putra daerah itu bonus. Yang penting siapa pun pemainnya, baik putra daerah maupun bukan, harus bermain all out,” tegasnya.
Fendi berpesan kepada para pemain yang dilepas agar tetap bekerja keras dan menjaga sikap di mana pun berkarier.
“Pesan saya, tetap berlatih keras, jaga attitude, selalu rendah hati. Jangan merasa sudah jadi pemain bintang, karena di atas langit masih ada langit,” pungkasnya.
| Gol Perdana Clayton Da Silva Jadi Sinyal Positif, Pelatih Sebut Ada Progres di Lini Depan PSMS Medan |
|
|---|
| PSMS Medan U-19 Terpuruk di Dasar Klasemen, Kas Hartadi Soroti Finishing dan Set Piece |
|
|---|
| Nasib PSMS Medan Gagal Promosi ke Super League, Tanggapan Pelatih Ayam Kinantan |
|
|---|
| Julius Raja Soroti Kegagalan PSMS Medan Promosi ke Super League, Tekankan Pentingnya Lobi-lobi |
|
|---|
| SELAMAT Tinggal Super League, PSMS Medan Bertahan Lagi di Championship, Eko Targetkan 5 Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PSMS-Medan-mengumumkan-pencoretan-empat-pemain-muda-dalam-bursa-transfe.jpg)