Berita Viral

ARMADA Kapal Induk AS Sudah Masuk ke Timur Tengah: Presiden Iran Peringatkan Perang Skala Penuh

Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah di mana masih meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/TANGKAPAN LAYAR VIDEO
Pada Selasa (20/1/2026), Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya dengan pengerahan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kelompok penyerangnya ke wilayah operasi Timur Tengah, disertai dengan pengiriman ratusan jet tempur ke Yordania dan peningkatan aktivitas logistik udara di Samudra Hindia.  

TRIBUN-MEDAN.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam, memicu kekhawatiran akan potensi konflik militer yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Pada Selasa (20/1/2026), Amerika Serikat terus memperkuat kehadiran militernya dengan pengerahan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kelompok penyerangnya ke wilayah operasi Timur Tengah, disertai dengan pengiriman ratusan jet tempur ke Yordania dan peningkatan aktivitas logistik udara di Samudra Hindia. 

Langkah ini dianggap sebagai pesan pencegah yang kuat kepada Iran agar tidak melakukan tindakan yang mengancam kepentingan AS dan sekutunya.

Pengerahan kapal induk USS Abraham Lincoln yang melintasi Selat Malaka dan memasuki area Komando Pusat Amerika Serikat menunjukkan eskalasi serius dalam postur militer AS di kawasan.

Kapal induk ini tidak beroperasi sendiri, melainkan didampingi oleh sejumlah kapal perusak yang memperkuat kemampuan ofensif dan pertahanan angkatan laut AS.

Selain itu, pengiriman ratusan jet tempur ke Yordania dan peningkatan logistik udara menandakan kesiapan AS untuk menghadapi berbagai kemungkinan di wilayah yang rawan konflik ini.

Ancaman Perang Skala Penuh dari Iran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat menyerang Iran dan juga pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, maka Iran akan melakukan perang skala penuh.

Pernyataan ini disampaikan melalui media sosial X dan menegaskan bahwa setiap serangan terhadap pemimpin besar Iran akan memicu respons keras dari negara tersebut.

Ancaman ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Khamenei sebagai "orang sakit" dan mengisyaratkan perlunya kepemimpinan baru di Iran, yang menjadi seruan langsung untuk mengakhiri kepemimpinan Khamenei.

Selain itu, lembaga peradilan Iran juga mengisyaratkan kemungkinan melanjutkan eksekusi terhadap orang-orang yang ditangkap dalam demonstrasi anti-pemerintah.

Sementara akses internet yang sempat terbuka kembali diputuskan lagi, menunjukkan ketegangan yang terus berlanjut di dalam negeri Iran.

Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (AFP)

Tuduhan Iran terhadap AS dan Israel

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang di balik kematian ribuan orang selama protes anti-pemerintah yang berlangsung berminggu-minggu di Iran.

Khamenei menyatakan bahwa kedua negara tersebut telah menyebabkan kerusakan besar dan terlibat langsung dalam kekerasan yang mengguncang Iran.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved