OTT KPK di Madiun

Kegiatan Terakhir Bupati Pati Sudewo Sebelum Ditangkap KPK, Sempat Salurkan Bantuan Banjir

Termasuk penetapan Status Tanggap Darurat Bencana yang berlaku sejak 10 Januari 2026.

Patikab.go.id
Akhirnya Bupati Pati, Sudewo meminta maaf kepada publik setelah menuai kecaman lantaran menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan 

TRIBUN-MEDAN.com - Sehari sebelum terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Sudewo terpantau masih melakukan agenda resmi pemerintahan pada minggu (17/1/2026).

Dirinya sempat memimpin rapat koordinasi internal bersama Forkopimda terkait penanganan bencana banjir di Pati.

Pukul 09.20, Sudewo menggelar konferensi pers di Pendopo Kabupaten Pati melansir dari Tribunjateng.com.

Dia memaparkan langkah-langkah strategis Pemkab Pati dalam menangani bencana hidrometeorologi yakni banjir dan tanah longsor.

Termasuk penetapan Status Tanggap Darurat Bencana yang berlaku sejak 10 Januari 2026.

"Penetapan status ini menjadi dasar hukum dan pedoman operasional agar seluruh unsur pemerintah dapat bergerak lebih cepat, taktis, responsif, serta fokus dalam penanganan bencana secara terorganisasi, terkoordinasi, dan tepat sasaran," kata Sudewo dalam konferensi pers tersebut.

Selanjutnya, sekira pukul 14.00, Sudewo dan jajarannya bertolak ke Kecamatan Dukuhseti untuk menyambangi korban banjir dan menyerahkan bantuan.

DIPERIKSA : Bupati Pati Sudewo bungkam usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (22/9/2025).
DIPERIKSA : Bupati Pati Sudewo bungkam usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (22/9/2025). (Kompas.com/HARYANTI PUSPA SARI)

Ketua PMI Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati yang merupakan istri Sudewo juga mengikuti kegiatan ini.

Salah satu titik yang disambangi Sudewo di Kecamatan Dukuhseti adalah Balai Desa Ngagel yang dijadikan posko pengungsian dan dapur umum bagi korban banjir. Selain itu juga Desa Dukuhseti.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan berupa beras, mi instan, telur, dan kebutuhan pokok lainnya kepada warga terdampak. 

Dia menegaskan bahwa Pemkab Pati siap menambah bantuan apabila persediaan logistik mulai menipis, termasuk penambahan minyak goreng.

"Bilamana logistik sudah menipis, kami tambahi lagi,” ujar Sudewo.

Selain penyaluran bantuan langsung, Bupati juga mendorong pembentukan dapur umum di wilayah terdampak banjir.

Pemkab Pati memastikan dukungan terhadap kebutuhan dapur umum tersebut melalui suplai beras, telur, mi instan, dan minyak goreng.

“Kami sarankan untuk membuat dapur umum, nanti kami suplai. Pokoknya beras akan kami cukupi,” tegasnya. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved