Berita Viral

RUSIA Kecewa Pasukan Tentara NATO Tiba di Greenland, Bantah Alasan Ancaman dari Moskow dan Beijing

Wakil Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, mengatakan bahwa para personel militer NATO dijadwalkan mulai tiba di Greenland

Foto: Mikhail Metzel, TASS/Kremlin
PUTIN BERSERAGAM MILITER: Foto diambil Tribunnews dari laman Kantor Presiden Rusia pada Rabu (17/9/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin berseragam militer di dalam kendaraan komando dan kendali komandan batalyon dalam kunjungannya ke wilayah Nizhny Novgorod untuk memantau latihan gabungan militer Rusia-Belarusia atau Latihan Zapad 2025 pada Selasa, 16 September 2025. (Foto: Mikhail Metzel, TASS/Kremlin) 

TRIBUN-MEDAN.com - Rusia mengaku kecewa dengan kedatangan pasukan NATO di Greenland

"Situasi yang terjadi di lintang tinggi tersebut menjadi keprihatinan serius bagi kami," kata Kedutaan Besar Rusia di Belgia, tempat markas NATO berada, dilansir kantor berita AFP, Kamis (15/1/2026).

"NATO meningkatkan kehadiran militernya di sana dengan dalih palsu ancaman yang semakin besar dari Moskow dan Beijing," tambah kedutaan tersebut dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Rabu (14/1/2026) malam waktu setempat.

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, mengatakan bahwa para personel militer NATO dijadwalkan mulai tiba di Greenland pada hari Kamis (15/1/2026) waktu setempat.

"Tentara NATO diperkirakan akan lebih banyak hadir di Greenland mulai hari ini dan beberapa hari mendatang. Diperkirakan akan ada lebih banyak penerbangan dan kapal militer," kata Egede, dalam konferensi pers, seraya menambahkan bahwa mereka akan "berlatih".

Prancis, Swedia, Jerman, dan Norwegia telah mengumumkan pada hari Rabu (14/1), bahwa mereka akan mengerahkan personel militer ke ibu kota Greenland, Nuuk untuk misi pengintaian.

Kedatangan pasukan NATO tersebut terjadi tak lama setelah pertemuan antara para pejabat Amerika, Denmark, dan Greenland di Gedung Putih gagal menyelesaikan "ketidaksepakatan mendasar" mengenai Greenland.

Trump telah berulang kali bertekad untuk mengambil alih pulau Arktik yang kaya mineral dan strategis tersebut. Trump beralasan bahwa wilayah otonom Denmark tersebut sangat penting bagi keamanan AS.

Baca juga: Lirik Lagu Batak Ise Ho yang Dipopulerkan oleh Sinnson

Baca juga: RESMI Berlaku Penghapusan Tenaga Honorer, Pemkab Bandung Barat Berhentikan 64 Pegawai Non-ASN

Baca juga: Keren! Deli Serdang Peringkat 1 Pelaksanaan GPM se-Indonesia Tahun 2025

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen, berbicara setelah pertemuan di Gedung Putih, mengatakan pengambilalihan Greenland oleh AS "sama sekali tidak perlu."

"Kami tidak berhasil mengubah posisi Amerika. Jelas bahwa presiden memiliki keinginan untuk menaklukkan Greenland," kata Lokke kepada wartawan, dilansir kantor berita AFP, Kamis (15/1/2026).

Sementara Trump, yang untuk pertama kalinya terdengar lebih lunak mengenai Greenland, mengakui kepentingan Denmark, meskipun ia kembali mengatakan bahwa ia tidak mengesampingkan opsi apa pun.

"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Denmark, dan kita akan lihat bagaimana semuanya berjalan. Saya pikir sesuatu akan berhasil," kata Trump tanpa menjelaskan lebih lanjut.

(*/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved