Berita Viral

Kronologi Bocah SD Lawan Jambret Terseret di Aspal 20 Meter, Orang Tua Rencana Lapor ke Polisi

Padahal Jovita masih duduk di kelas 3 SD, ia menunjukkan perlawanan luar biasa saat menghadapi pelaku.

HO/Tribun-medan.com
BOCAH SD VS JAMBRET - Keperkasaan tubuh mungil Jovita Vianitan, bocah SD di Medan terseret jambret sejauh 20 meter, nahas kakinya berdarah gara-gara tergerus jalan. Anak kecil berpegangan behel sepeda motor milik pria tak dikenal, saat tas dan handphone miliknya dibawa pelaku di kawasan lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (11/1/2026) 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang bocah Sekolah Dasar bernama Jovita Vianitan (9) menjadi sorotan usai berani mempertahankan tas miliknya saat terjadi aksi penjambretan di Kota Medan.

Sangkin kuatnya mempertahankan barangnya, Jovita sampai terseret di aspal kurang lebih 20 meter.

Padahal Jovita masih duduk di kelas 3 SD, ia menunjukkan perlawanan luar biasa saat menghadapi pelaku.

Akibat kejadian tersebut, kaki Jovita mengalami luka dan berdarah karena tergerus permukaan jalan.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (10/1/2026) siang dan terekam hingga viral di media sosial.

Baca juga: Kakek 70 Tahun Selingkuh dan Hamili Wanita Pengasuh di Rumah saat Istrinya Tengah Sakit Stroke

Kronologi

Diketahui, seorang pencuri mendatangi rumah Jovita Vianitan di kawasan lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (10/1) siang hari.

Kejadian terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. 

Saat itu, Darfan (52), ayah korban, tengah menjemput anaknya di sekolah yang tak jauh dari rumahnya.

Setelah menunggu hampir 20 menit dan anaknya tak kunjung muncul, Darfan memutuskan pulang dengan asumsi anaknya mungkin sudah lebih dahulu tiba di rumah.

"Saya tunggu-tungguin enggak pulang, akhirnya saya pulang sendiri. Pas sampai rumah, saya lihat anak saya sudah ada di rumah tapi kakinya berdarah-darah," ujar Darfan saat ditemui Tribun Medan, Minggu (11/1).

Baca juga: DEBUT Eko Purdjianto di PSMS Medan Berbuah Manis, Lebih Baik Ketimbang Kas Hartadi

Berdasarkan keterangan dari rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) dan anaknya, diketahui saat kejadian sang anak sedang berada di kamar mandi. 

Jovita Vianitan, mendengar adanya suara orang membuka pintu rumah dan mengira itu adalah ayahnya yang pulang kerja.

Pas pintu rumah tersebut dibuka, tanpa diduga yang masuk adalah seorang pria bertubuh besar yang diduga seorang pekerja serabutan. 

Pelaku langsung mengambil tas yang berisi dompet milik anaknya serta sebuah handphone. 

Jovita yang menyadari kejadian itu segera mencegat pelaku untuk tidak kabur. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved