Berita Viral
Anaknya Dihabisi Penderita Kanker Stadium 3, Politisi PKS Maman Suherman Kecewa Sikap ART
Maman yang berstatuskan sebagai dewan pakar di parpolnya itu tetap menunggu hasil DNA yang masih diselidiki polisi.
TRIBUN-MEDAN.com - Maman Suherman memberikan reaksi setelah pria yang diduga sudah membunuh anaknnya ditangkap polisi.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap pria inisial HA yang ditangkap memang terbukti sudah menghilangkan nyawa putra tercintanya.
Maman yang berstatuskan sebagai dewan pakar di parpolnya itu tetap menunggu hasil DNA yang masih diselidiki polisi.
Kematian putra Maman yang masih berusia balita itu terjadi 16 Desember 2025 silam.
Rumah mewah Maman yang berlokasi di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten dimasuki seseorang.
Tak lama kemudian, korban yang belum genap berusia 10 tahun ditemukan terkapar dengan kondisi mengenaskan.
Pelaku inisial HA berhasil ditangkap tiga pekan selanjutnya, tepatnya ketika kembali beraksi membobol rumah di Cilegon.
Dari pengakuannya kepada polisi, HA tidak menampik memang sudah menghabisi nyawa anak Maman.
Motifnya, karena korban melihat ia beraksi.
"Ya, saya tinggal menyerahkan kepada pihak nanti di kejaksaan untuk dihukum yang seberat-beratnya. Karena ini sudah tidak berperikemanusiaan sekali," ujarnya, dikutip dari Youtube Kompas TV, Senin (5/1/2025).
Ia meyakini HA merupakan pelaku berdasarkan hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.
"Kalau memang ada kesamaan di pisau itu DNA anak saya itu diketemukan sama dengan hasil yang di Puslabfor tersebut," tandasnya.
Kecewa Akan Sikap ART
Ia membenarkan CCTV di rumahnya rusak sehingga proses penyelidikan memakan waktu cukup lama.
"Kesalahan ART kami adalah tidak memberitahukan saat meninggalkan dua anak saya sendirian. Dia juga tidak mengunci pintu kamar dan pintu dapur menuju ruangan utama," terangnya.
Hasil penyelidikan kepolisian sesuai yang diungkapkan eks Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi yang menyoroti kasus ini.
| Sosok Edo Pratama Sopir Truk Tewas Ditikam Pengawas SPBU, Baru 2 Bulan Nikah, Dipicu Masalah Sepele |
|
|---|
| Andrie Yunus Berhak Tolak Proses Peradilan Militer, Massa Aksi Kamisan Tuntut Bentuk TGPF |
|
|---|
| Ammar Zoni Sebut Rutan Salemba Sarang Narkoba: Murah dan Mudah Didapat |
|
|---|
| CURHAT Ibunda Darrel Korban Peluru Nyasar TNI AL, Disuruh Buat Video Minta Maaf dan Hapus Postingan |
|
|---|
| Pernikahan Unik di Rembang, Pengantin Pria Berikan Mahar Bibit Pohon Mangga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/cilegon-pelaku-tribunmedan1.jpg)