Banjir dan Longsor di Sumut

Rencana Bobby Gratiskan Biaya Sekolah SMP-SMA, Siswa Akan Belajar di Tenda Belajar Sementara

Tahun depan sesuai perencanaannya, realisasi sekolah gratis itu baru akan dilakukan di Kepulauan Nias.

(Vision+)/Azis Husein Hasibuan
TINJAU BANJIR - Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Bupati Tapsel Gus Irawan saat meninjau banjir bandang di Garoga, Batangtoru, Jumat (19/12/2025). Pemerintah akan membangun rumah untuk hunian tetap bagi para pengungsi.  

TRIBUN-MEDAN.com - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meminta supaya sekolah yang terdampak bencana banjir dan longsor digratiskan pada tahun ajaran 2026.

Tahun depan sesuai perencanaannya, realisasi sekolah gratis itu baru akan dilakukan di Kepulauan Nias.

Namun, karena melihat kondisi bencana yang terjadi di Sumut, Bobby ingin sekolah di daerah yang terdampak juga digratiskan guna meringankan beban masyarakat.

"Ada 5 daerah yang kondisinya rusak kita minta digratiskan, mulai SMA, SMK, sama SMP," kata Bobby kepada wartawan di kantornya di Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (30/12/2025).

Selain membahas sekolah gratis, Bobby juga memprioritaskan perbaikan fasilitas-fasilitas pendidikan yang terdampak sehingga proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru nanti bisa berjalan.

Ia menekankan pentingnya normalisasi sarana pendidikan agar siswa tidak tertinggal.

Penyediaan Tenda Belajar Sementara

Gubernur Sumut Bobby Nasution saat meninjau lahan untuk dijadikan Hunian Tetap (Huntap) korban bencana di Tapsel beberpa waktu lalu. Saat ini sebanyak 30.875 rumah rusak akibat bencana banjir dan longsor di Sumut.
Gubernur Sumut Bobby Nasution saat meninjau lahan untuk dijadikan Hunian Tetap (Huntap) korban bencana di Tapsel beberpa waktu lalu. Saat ini sebanyak 30.875 rumah rusak akibat bencana banjir dan longsor di Sumut. (IST)

Jika memang sekolahnya hancur total, pihaknya meminta bantuan dari Pemerintah Pusat untuk menyediakan tenda-tenda belajar sementara sembari menunggu pembangunan kembali.

Upaya ini dilakukan agar kegiatan akademik tidak terhenti meski infrastruktur belum pulih sepenuhnya.

"Tanggal mulai masuk sekolah sesuai dengan jadwal," ucap Bobby memberikan kepastian terkait jadwal pendidikan di Sumatera Utara.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 3.700 sekolah rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera, sedangkan tahun ajaran baru 2026 segera tiba beberapa pekan lagi.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah maupun pusat.

"Memang terdapat 3.700 sekolah terdampak dan sekitar 3.100 itu sekolah terdampak kerusakan berat," ucap Pratikno dalam konferensi pers di Lanud Halim, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

Target Pembersihan dan Bantuan Dana

Pratikno menuturkan bahwa saat ini pemerintah sedang mempersiapkan agar proses kegiatan belajar-mengajar dapat terlaksana dengan target penyelesaian pada 4 Januari 2026.

Percepatan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur relawan.

"Ada 587 sekolah yang masih dalam proses pembersihan, ini dipercepat, target kita adalah pada tanggal 4 Januari sudah selesai," tuturnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved