Banjir dan Longsor di Sumut
Rencana Bobby Gratiskan Biaya Sekolah SMP-SMA, Siswa Akan Belajar di Tenda Belajar Sementara
Tahun depan sesuai perencanaannya, realisasi sekolah gratis itu baru akan dilakukan di Kepulauan Nias.
TRIBUN-MEDAN.com - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meminta supaya sekolah yang terdampak bencana banjir dan longsor digratiskan pada tahun ajaran 2026.
Tahun depan sesuai perencanaannya, realisasi sekolah gratis itu baru akan dilakukan di Kepulauan Nias.
Namun, karena melihat kondisi bencana yang terjadi di Sumut, Bobby ingin sekolah di daerah yang terdampak juga digratiskan guna meringankan beban masyarakat.
"Ada 5 daerah yang kondisinya rusak kita minta digratiskan, mulai SMA, SMK, sama SMP," kata Bobby kepada wartawan di kantornya di Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (30/12/2025).
Selain membahas sekolah gratis, Bobby juga memprioritaskan perbaikan fasilitas-fasilitas pendidikan yang terdampak sehingga proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru nanti bisa berjalan.
Ia menekankan pentingnya normalisasi sarana pendidikan agar siswa tidak tertinggal.
Penyediaan Tenda Belajar Sementara
Jika memang sekolahnya hancur total, pihaknya meminta bantuan dari Pemerintah Pusat untuk menyediakan tenda-tenda belajar sementara sembari menunggu pembangunan kembali.
Upaya ini dilakukan agar kegiatan akademik tidak terhenti meski infrastruktur belum pulih sepenuhnya.
"Tanggal mulai masuk sekolah sesuai dengan jadwal," ucap Bobby memberikan kepastian terkait jadwal pendidikan di Sumatera Utara.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 3.700 sekolah rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera, sedangkan tahun ajaran baru 2026 segera tiba beberapa pekan lagi.
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah maupun pusat.
"Memang terdapat 3.700 sekolah terdampak dan sekitar 3.100 itu sekolah terdampak kerusakan berat," ucap Pratikno dalam konferensi pers di Lanud Halim, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
Target Pembersihan dan Bantuan Dana
Pratikno menuturkan bahwa saat ini pemerintah sedang mempersiapkan agar proses kegiatan belajar-mengajar dapat terlaksana dengan target penyelesaian pada 4 Januari 2026.
Percepatan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur relawan.
"Ada 587 sekolah yang masih dalam proses pembersihan, ini dipercepat, target kita adalah pada tanggal 4 Januari sudah selesai," tuturnya.
| Puasa Tinggalkan Kampung Halaman, Curhat Warga Korban Banjir Garoga: Gak Perlu Kami Baju Lebaran |
|
|---|
| AKHIRNYA Kementerian Lingkungan Hidup Gugat 6 Perusahaan di Sumut Rp 4,8 Triliun |
|
|---|
| Data BNBA Korban Bencana Sumut Rampung, Gubsu Bobby: Tinggal Tunggu Realisasi Anggaran |
|
|---|
| DAFTAR 6 Perusahaan di Sumut Digugat Kementerian LH Imbas Banjir Sumatera, Dua di PN Medan |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Normalisasi Sungai dan Sawah di Tukka, Akui Bona Lumban Paling Parah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TINJAU-BANJIR-Gubernur-Sumut-Bobby-Nasution.jpg)