Berita Viral

Amal Said Resmi Dipecat Jadi Dosen, Kini Terancam Penjara 4 Bulan Imbas Ludahi Kasir Swalayan

Tak hanya itu, tindakan meludahi kasir swalayan berujung pada laporan kepolisian yang membuat kini terancam dipidana.

Istimewa
DOSEN LUDAHI KASIR - Foto Amal Said, dosen Universitas Islam makassar (UIM) yang beredar di media sosial. Amal Said terekam kamera CCTV meludahi wanita penjaga kasir swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulsel, Rabu (24/12/2025) (Instagram) 

TRIBUN-MEDAN.com - Sudah jatuh tertimpa tangga, inilah peribahasa yang tepat ditujukan bagi nasib Amal Said setelah dipecat sebagai dosen Universitas Islam Makassar (UIM) hari ini, Senin (29/12/2025).

Tak hanya itu, tindakan meludahi kasir swalayan berujung pada laporan kepolisian yang membuat kini terancam dipidana.

Adapun Amal Said diancam hukuman penjara selama 4 bulan 2 minggu.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf.

"Amal Said dilaporkan atas dugaan Melanggar Pasal 315 KUHP, dengan ancaman pidana penjara 4 bulan 2 minggu," kata Kompol Muhammad Yusuf.

Sebelumnya, korban Ningsih (21) kasir swalayan memilih melaporkan Amal Said terkait kasus penghinaan.

Ia menegaskan bahwa keluarga tidak menerima perlakuan tersebut dan berharap ada keadilan.

Ningsih mengaku mengaku syok saat wajah diludahi oleh pelaku hanya karena masalah antrean.

Kejadian bermula saat situasi toko sedang cukup ramai.

Ningsih, yang saat itu sedang bertugas, meminta pelaku untuk bersabar menunggu antrean pembeli lainnya.

Namun, teguran tersebut justru direspons dengan makian dan perbuatan tak manusiawi.

"Kurang ajar kau itu caramu melayani! Saya ini juga mau membayar, kenapa begitu caramu?" ujar Ningsih menirukan bentakan pelaku, dikutip Tribunsumsel.com dari tayangan TvOneNews, Senin, (29/12/2025).

REKAMAN CCTV : Momen saat Amal Said dosen UIM ludahi N kasir swalayan di Makassar.
REKAMAN CCTV : Momen saat Amal Said dosen UIM ludahi N kasir swalayan di Makassar. (Instagram/Makassar_iinfo)

Ningsih sempat berusaha memberikan penjelasan dengan tenang agar pelaku mengerti kondisi antrean saat itu.

Alih-alih mendapat pengertian, Ni justru menerima perlakuan yang merendahkan martabatnya sebagai manusia.

"Saya bilang, 'Maaf Pak, tadi karena ada antrean di belakang jadi harus mengantre'. Tapi belum sempat saya selesai bicara, dia langsung meludah ke muka saya dan kena jilbab saya," tuturnya dengan suara bergetar.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved