Banjir dan Longsor di Sumatera

Nama-nama Pejabat TNI dan Polri yang Rusak Hutan di Sumatera Sudah Sampai ke Telinga Prabowo

Pejabat TNI dan Polri ternyata terlibat merusak hutan Sumatra menyebabkan banjir bandang dan longsor di Sumatera baru-baru ini.

KompasTV/Tangkap Layar YouTube/Sekretariat Presiden
PRABOWO KE LANGKAT: Presiden Prabowo Subianto berbicara kepada awak media setelah meninjau korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Sabtu (13/12/2025). Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan menertibkan pembalakan liar atau penebangan pohon secara ilegal sebagai respon atas bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatra, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. (Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden) 

Ringkasan Berita:- Pejabat TNI dan Polri ternyata terlibat merusak hutan Sumatra menyebabkan banjir bandang dan longsor di Sumatera baru-baru ini.
Prabowo mengaku sudah mendapatkan laporan pejabat dan instansi mana saja yang nyolong sumber daya alam (SDA) Indonesia dengan merusak hutan
Prabowo mengaku mendapatkan laporan keterlibatan pejabat dan aparat negara itu dari pihak TNI sendiri

 

TRIBUN-MEDAN.com - Nama-nama pejabat TNI dan Polri yang merusak hutan di Sumatera dengan bisnis ilegal sudah sampai ke telinga Presiden RI Prabowo Subianto. 

Pejabat TNI dan Polri ternyata terlibat merusak hutan Sumatra menyebabkan banjir bandang dan longsor di Sumatera baru-baru ini.

Hal itu diungkapkan Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden pada Senin (15/12/2025). 

Di hadapan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Negara RI mengungkapkan keculasan aparat penegak hukum dalam bisnis ilegal logging di Indonesia. 

Baca juga: Jaksa Tuntut Pidana Mati Terdakwa Pemilik 30 Kg Sabu di Pengadilan Negeri Stabat

Prabowo mengaku sudah mendapatkan laporan pejabat dan instansi mana saja yang nyolong sumber daya alam (SDA) Indonesia dengan merusak hutan. 

Di mana pejabat dari instansi dan penegak hukum saling sekongkol untuk melakukan penyelundupan kayu.

Pada akhirnya kata Prabowo, penyelundupan ini mendatangkan kerugian besar bagi ekonomi Indonesia. 

Prabowo mengaku mendapatkan laporan keterlibatan pejabat dan aparat negara itu dari pihak TNI sendiri. 

“Dari pihak TNI sendiri yang melaporkan, ada pejabat-pejabat, ada petugas-petugas TNI yang terlibat. Dapat laporan juga petugas-petugas Polri terlibat,” jelasnya. 

Baca juga: SPEKULASI Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, Apakah Sang Ayah Terlibat? Ini Jawaban Polisi

Oleh karena itu, Prabowo langsung menegur Agus dan Sigit untuk segera menindak anak buahnya yang terlibat dalam tindak pidana perusakan hutan tersebut.

“Ini saya benar-benar berharap, Panglima TNI, Kapolri benar-benar bisa menindak aparat-aparat nya yang melindungi kegiatan penyelundupan ini,” tuturnya.

Belakangan usai banjir Sumatra, kerusakan hutan Indonesia menjadi sorotan nasional hingga dunia.

Banjir bandang dan longsor tersebut juga disebabkan karena kebijakan negara yang gagal melindungi hutan di wilayah tersebut. 

Hal itu diungkapkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (26/11/2025). 

Baca juga: Rincian Korban dan Dampak Bencana di Sumut Per 16 Desember Hari Ini

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved