Banjir Bandang Aceh

Foto-foto 4 Gajah Ikut Bersihkan Sisa Banjir di Aceh, Bikin Haru Belalainya Angkat Kayu Gelondongan

Aksi empat gajah di Aceh ini bikin haru. Ia ikut membantu manusia yang menjadi korban banjir bandang.

Facebook/Kolase Tangkapan Layar Kompas.com
Keempat ekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang jinak ini dikerahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk membantu penanganan bencana di Desa Meunasah Bie, Pidie Jaya, Aceh, Senin (8/1/2025). Dengan dipandu oleh mahout atau pawang, gajah-gajah tersebut membantu membersihkan puing-puing kayu besar yang berserakan dan membuka jalan yang tertutup oleh reruntuhan, sehingga memudahkan evakuasi dan akses bagi warga serta petugas. Foto ini memperlihatkan salah satu gajah yang sedang mengangkat kayu besar dengan bantuan mahoutnya, menggambarkan peran penting hewan besar ini dalam proses pemulihan pasca-bencana. Kehadiran gajah tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana. (Kolase Tangkapan Layar Kompas.com) 

TRIBUN-MEDAN.com - Foto-foto empat gajah bersihkan sisa banjir bandang di Pidie, Aceh. Bikin haru belalainya angkat kayu gelondongan.

Aksi empat gajah di Aceh ini bikin haru. Ia ikut membantu manusia yang menjadi korban banjir bandang.

Empat ekor gajah perkasa bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni ikut membantu membersihkan puing-puing kayu dan material berat yang terseret arus banjir bandang di Aceh.

Tampak gajah-gajah ini dengan perkasa memindahkan material kayu yang menumpuk di Kecamatan Meurah Dua dan Kecamatan Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Bukan Gajah Sembarangan

Keempat ekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang jinak ini dikerahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk membantu penanganan bencana di Desa Meunasah Bie, Pidie Jaya, Aceh, Senin (8/1/2025). Dengan dipandu oleh mahout atau pawang, gajah-gajah tersebut membantu membersihkan puing-puing kayu besar yang berserakan dan membuka jalan yang tertutup oleh reruntuhan, sehingga memudahkan evakuasi dan akses bagi warga serta petugas. Foto ini memperlihatkan salah satu gajah yang sedang mengangkat kayu besar dengan bantuan mahoutnya, menggambarkan peran penting hewan besar ini dalam proses pemulihan pasca-bencana. Kehadiran gajah tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana. (Tribunnews.com)
Keempat ekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang jinak ini dikerahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk membantu penanganan bencana di Desa Meunasah Bie, Pidie Jaya, Aceh, Senin (8/1/2025). Dengan dipandu oleh mahout atau pawang, gajah-gajah tersebut membantu membersihkan puing-puing kayu besar yang berserakan dan membuka jalan yang tertutup oleh reruntuhan, sehingga memudahkan evakuasi dan akses bagi warga serta petugas. Foto ini memperlihatkan salah satu gajah yang sedang mengangkat kayu besar dengan bantuan mahoutnya, menggambarkan peran penting hewan besar ini dalam proses pemulihan pasca-bencana. Kehadiran gajah tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana. (Tribunnews.com) (Tribunnews.com/Tribunnews.com)

Adalah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh yang mendatangkan empat gajah itu ke Pidie Jaya

Gajah-gajah ini berasal dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Share dan telah terlatih khusus untuk tugas-tugas berat seperti ini.

Kepala KSDA Wilayah Sigli, Hadi Sofyan, menjelaskan gajah-gajah jinak tersebut memiliki pengalaman panjang dalam membantu pembersihan pasca bencana, termasuk saat tsunami Aceh 2004.

"Gajah terlatih yang kita bawa ini sebanyak empat ekor, dan semuanya dari PLG (Pusat Latihan Gajah) Share. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, termasuk saat tsunami di Aceh, kehadiran gajah sangat membantu membersihkan puing-puing,"kata Kepala KSDA Wilayah Sigli, Hadi Sofyan.

Kekuatan dan Kelincahan Gajah

Selain itu, gajah ini juga dapat digunakan untuk mengantar logistik kepada para korban banjir di Pidie Jaya, termasuk mencari korban yang belum ditemukan.

"Kami target pembersihan di lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Untuk durasi, kami akan bertugas selama tujuh hari di sini, terakhir 14 Desember 2025," katanya.

Mereka mampu membuka akses jalan darat antardesa yang masih terputus dan membersihkan lokasi yang tidak bisa dijangkau oleh alat berat. 

Dengan kekuatan dan kelincahan mereka, gajah dapat menjangkau area-area yang sulit diakses oleh kendaraan atau manusia, sehingga mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

PENANGANAN BENCANA - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat ekor gajah untuk membantu membersihkan akibat bencana banjir bandang di kawasan Pidie Jaya, Aceh pada Senin (8/12/2025). Adapun gajah-gajah ini mengangkat material kayu besar dan material berat lainnya di lokasi.
PENANGANAN BENCANA - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat ekor gajah untuk membantu membersihkan akibat bencana banjir bandang di kawasan Pidie Jaya, Aceh pada Senin (8/12/2025). Adapun gajah-gajah ini mengangkat material kayu besar dan material berat lainnya di lokasi. (HO/ Polri)

Reaksi Haru Netizen di Media Sosial

Peran gajah dalam penanganan bencana ini mendapat perhatian luas dari warganet yang dihimpun Tribun-medan.com

Banyak yang mengungkapkan rasa haru dan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh gajah, terutama mengingat habitat mereka yang semakin terancam oleh aktivitas manusia.

Beberapa komentar warganet menyoroti ironi bahwa manusia sering merusak habitat gajah, namun saat bencana, gajah justru membantu manusia membersihkan rumah mereka. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved