Berita Viral
Waspadai Penipuan Subsidi Indomaret Jelang Akhir Tahun, Awas Kena Pishing
Indomaret mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya aksi penipuan dengan modus voucher subsidi.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Jelang akhir tahun, masyarakat diminta mewaspadai aksi penipuan subsidi Indomaret
- Indomaret menegaskan mereka tidak ada mengadakan program bagi voucher gratis
- Jangan mudah mengklik tautan apapun yang beredar
- Jangan pernah memberikan data diri terhadap siapapun
TRIBUN-MEDAN.COM,- Jelang akhir tahun muncul aksi penipuan subsidi Indomaret.
Atas hal ini, Indomaret melalui akun resminya di Instagram @indomaret langsung membuat pengumuman agar masyarakat tidak terkecoh dengan penipuan subsidi Indomaret tersebut.
Dalam unggahannya, Indomaret menyampaikan ada pihak yang mengatasnamakan retail tersebut untuk menipu masyarakat dengan modus memberikan voucher gratis dan subsidi.
"Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Indomaret melalui telpon, sms, WhatsApp atau media sosial lainnya ⚠️. Info resmi Indomaret hanya ada di indomaret.co.id dan media sosial Indomaret," tulis unggahan di Instagram Indomaret tersebut.
Baca juga: Link Video Viral Andini Permata Diburu Warganet, Scamming dan Pishing Mengintai Penonton
Baca juga: Waspadai Love Scamming, Kenali Modus dan Juga Cara Mengantisipasinya
Di poster pengumuman yang mereka unggah, Indomaret menegaskan bahwa mereka tidak ada melaksanakan program bagi-bagi voucher gratis atau subsidi akhir tahun.
Jadi, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya.
Sejak informasi itu diunggah, ada beberapa netizen yang mengaku sempat menerima pesan dari WhatsApp.
Baca juga: Situs Slot Gacor Marak saat Ramadhan, Bukti Judi Online Masih Merajalela, Waspadai Scam dan Pishing
Waspadai Aksi Pishing
Masyarakat Indonesia diminta berhati-hati terhadap aksi pishing kelompok penipu jelang akhir tahun.
Pishing merupakan teknik penipuan siber yang bertujuan mencuri data sensitif seperti nama pengguna, kata sandi, atau informasi keuangan dengan menyamar sebagai entitas yang dipercaya melalui email, SMS, atau situs palsu.
Baca juga: OJK Ungkap Kerugian Penipuan di Indonesia Capai Rp 7,9 Triliun, Sumut Tertinggi di Luar Jawa
Jenis Utama
-
Email Phishing: Penipu mengirim email palsu dari bank atau perusahaan resmi, berisi tautan ke situs tiruan untuk memasukkan data pribadi.
-
Spear Phishing: Serangan lebih spesifik dengan penelitian korban sebelumnya, seperti menyebut nama atau detail pribadi untuk menambah kredibilitas.
-
Smishing/Vishing: Phishing melalui SMS (smishing) atau telepon (vishing) dengan pesan mendesak untuk klik link atau memberikan info.
Untuk menghindari aksi pishing ini, periksa alamat pengirim dan URL secara teliti (hindari kesalahan seperti 'o' vs '0'), jangan klik tautan mencurigakan, dan hubungi lembaga resmi langsung untuk verifikasi.
Baca juga: FBI Peringatkan Modus Penipuan Share Screen WhatsApp: Ancaman Global Menyasar Pengguna Indonesia
Jangan Sembarangan Klik dan Isi Data
Bagi masyarakat yang ingin terhindar dari aksi penipuan semacam ini, jangan buru-buru mengklik sesuatu, apalagi muncul tautan link dan sebagainya.
Perhatikan baik-baik pesan yang masuk.
Jika pesan itu meminta Anda mengklik tautan, hindari.
Sebab, jika Anda salah mengklik, bisa-bisa tabungan ludes.
Baca juga: Nasib 110 Warga Indonesia di Kamboja yang Terlibat Kerusuhan di Perusahaan Penipuan Online
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penipuan-subsidi-Indomaret.jpg)