Berita Viral

WARGA Aceh Tengah Kecewa Bantuan Logistik Belum Tiba, Banyak Bayi dan Ibu Hamil:Kirim Kain Kafan Aja

Masyarakat Aceh merasa kesal dengan pemerintah yang sangat lambat memberikan bantuan. 

Istimewa
BELUM TERIMA BANTUAN - Kondisi warga di Desa Pantan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, diambil pada Selasa (2/12/2025). Delapan hari pascabencana longsor dan banjir bandang, warga Kampung Pantan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, mengaku belum menerima bantuan logistik apapun dari pemerintah maupun pihak terkait. 

TRIBUN-MEDAN.com - Masyarakat Aceh merasa kesal dengan pemerintah yang sangat lambat memberikan bantuan. 

Sejumlah wilayah di Aceh masih tergenang banjir hingga jembatan putus. Jalur Medan-Banda Aceh juga masih putus belum bisa dilewati. 

Masyarakat Aceh terus menanti kehadiran pemerintah di tengah kondisi kritis ini. 

Misalnya kondisi kritis dialami warga di Kabupaten Aceh Tengah. 

Mereka mengaku belum menerima bantuan logistik apa pun. 

Aramiko, warga setempat, menuturkan kalimat yang memilukan, menunjukkan rasa putus asa terhadap kondisi mereka di tanah Linge.

“Sepertinya sekarang kami tidak butuh bantuan makanan lagi. Kirim kami kain kafan saja,” ucapnya lirih. 

Stok makanan kian menipis, memicu keputusasaan di tengah akses yang terputus total.

Meskipun terisolir, warga telah melakukan berbagai upaya mandiri untuk bertahan dan membuka akses. 

Baca juga: KISAH Misriani dan Suami Lumpuh Selamat dari Banjir, Tapi Kini Minum Air Hujan, Krisis Air Bersih

Baca juga: Cek Lokasi Pembersihan Material Longsor, Pangdam: Kita Tetap Bergerak Sembari Salurkan Bantuan

Mulai membangun landasan pacu darurat hingga secara swadaya menyumbangkan BBM dari kendaraan pribadi mereka untuk menghidupkan genset.

Ironisnya, di tengah upaya mandiri tersebut, warga Pantan Nangka mengaku sering melihat helikopter yang diduga membawa bantuan terbang melintasi langit mereka. 

Namun, tidak satu pun helikopter tersebut yang turun di landasan yang telah mereka siapkan.

Aramiko, seorang warga setempat, mengungkapkan kondisi miris yang dialami masyarakat, terutama kelompok rentan. 

"Banyak orang tua di sini yang terpaksa berjalan kaki puluhan kilometer ke Aceh Tengah hanya untuk mendapatkan susu. Banyak juga ibu hamil yang nasibnya tidak jelas," kata Aramiko, Kamis (4/12/2025).

Akses utama warga ke pusat kota terputus total akibat longsor dan banjir

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved