Berita Viral

SANTUNAN untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera: Kematian Rp15 Juta dan Luka Berat Rp5 Juta

Santunan ini merupakan bentuk tali asih dari pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Editor: AbdiTumanggor
Dok. Tribratanews.polri.go.id
EVAKUASI BANJIR - Personel Ditpolairud Polda Sumut bersama tim SAR gabungan saat mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Sibolga–Tapteng, Kamis (27/11/2025). Proses penyelamatan dilakukan dengan menyisir permukiman, perumahan, dan aliran Sungai Tanah Bolon menggunakan perahu serta berjalan kaki untuk mencapai lokasi yang aksesnya terputus. 

Santunan untuk Korban Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera:

Ringkasan Berita:
  • Kemensos berikan santuntan Rp15 juta kepada keluarga korban meninggal dunia.
  • Santunan Rp 5 juta bagi korban luka berat.
  • Santunan ini merupakan bentuk tali asih dari pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
  • Santunan akan diberikan setelah seluruh proses asesmen selesai dilakukan.

 

TRIBUN-MEDNA.COM - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, pada akhir tahun 2025 telah menimbulkan dampak yang sangat besar.

Lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka yang luluh lantak diterjang bencana ini.

Selain itu, ribuan korban luka-luka dan ratusan jiwa hilang menambah duka yang dirasakan oleh keluarga.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) akan memberikan santunan kematian sebesar Rp 15 juta kepada keluarga korban meninggal dunia, serta santunan sebesar Rp 5 juta bagi korban luka berat.

Santunan ini merupakan bentuk tali asih dari pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Santunan akan diberikan setelah seluruh proses asesmen selesai dilakukan.

Selain itu, Kemensos juga telah mendirikan 30 dapur umum di lokasi bencana untuk menyediakan pasokan makanan bagi para korban.

Dapur umum ini mampu menyajikan lebih dari 80.000 porsi makanan setiap harinya dan dioperasikan oleh lebih dari 500 personel dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang juga membantu proses evakuasi.

Ketersediaan dan Distribusi Pangan

Terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan cadangan beras dari gudang hingga ratusan ton untuk memenuhi kebutuhan pangan korban banjir dan longsor di Sumatera.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap permintaan dari daerah terdampak, seperti Lhokseumawe di Aceh, yang mengalami kekurangan bahan pangan.

Amran menegaskan bahwa stok beras di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebenarnya surplus dan sudah berada di titik-titik bencana.

Oleh karena itu, pemerintah memberikan kelonggaran administrasi agar beras dapat segera didistribusikan tanpa hambatan birokrasi demi mencegah kelaparan di antara warga terdampak.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga awal Desember 2025, tercatat 631 orang meninggal dunia akibat bencana ini, dengan 472 jiwa masih hilang dan sekitar 2.600 orang mengalami luka-luka.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved