Berita Viral

JUMLAH Korban Bertambah, Data Terbaru BNPB Korban Jiwa Akibat Banjir Longsor di Sumut Capai 217 Jiwa

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan sebanyak 166 korban jiwa dalam bencana alam di Sumut. 

|
Tribunnews.com
Personel Brimob Polda Sumut memanggul dus bantuan dan menggendong paket logistik, berjalan kaki menembus jalur licin dan tertutup longsor menuju desa-desa terisolir di Kecamatan Purba Tua. Sebuah perjalanan panjang demi memastikan tidak satu pun warga tertinggal dari bantuan, Jumat (28/11/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan sebanyak 217 korban jiwa dalam bencana alam di Sumut. 

"Jadi, korban jiwa untuk Sumatera Utara 217 jiwa ya, yang meninggal dunia. Kemudian 209 yang masih hilang,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Minggu (30/11/2025).

Dia menjelaskan, jumlah korban meninggal bertambah seiring dengan operasi pencarian dan pertolongan yang harus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Penambahan signifikan terjadi di wilayah Tapanuli Selatan.

“Rinciannya ini semua ya, untuk Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, itu yang mungkin bertambah daripada kemarin. Terutama di Tapanuli Selatan ini karena per hari ini banyak yang ditemukan,” ujar dia.

Menurut Suharyanto, kondisi pos pengungsian yang semakin baik membuat warga yang sebelumnya mengungsi mandiri mulai berpindah ke lokasi resmi yang disiapkan pemerintah.

“Ini secara karena tempat pengungsiannya sudah relatif lebih baik, dapur lapangannya sudah operasional, logistiknya juga sudah mulai banyak. Jadi, masyarakat yang tadinya mengungsi mandiri ini masuk ke titik-titik pengungsian. Sehingga jumlah pengungsi ini juga bertambah,” kata Suharyanto.

“Ini datanya sudah lebih perinci, bukan lagi KK menjadi jiwa, karena tentu saja namanya pengungsi itu bukan hitungannya keluarga, tapi harus jiwa,” tutur imbuh dia.

Dia menambahkan, jalur transportasi di sejumlah wilayah terdampak juga masih dalam proses penanganan. 

Data Sebelumnya

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan petugas sedang fokus pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolir, serta percepatan distribusi logistik, baik melalui darat maupun udara.

Pada hari ketiga setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Sumatera Utara, tercatat 166 korban meninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang.

Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.

“Sumatra Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang,” ungkap Suharyanto dikutip dari BNPB.go.id, Sabtu (29/11/2025).

Sementara itu, ribuan warga mengungsi di berbagai titik akibat kondisi permukiman yang rusak dan akses yang terputus.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved