Berita Viral

VIRAL Ribuan Ikan Mati Mengambang di Pinggir Laut Selama 3 Hari, DLH Bantah Akibat Pembangunan Tol

Viral sebuah video yang menampilkan ribuan ikan mati di wilayah pesisir Kabupaten Demak. 

Tribunnews.com
IKAN MATI - Tangkapan layar video kondisi ribuan ikan mengapung, mati di Perairan Sayung Kabupaten Demak, Jumat (28/11/2025). Fenomena ini terjadi dalam tiga hari terakhir ini. 

TRIBUN-MEDAN.com -  Viral sebuah video yang menampilkan ribuan ikan mati di wilayah pesisir Kabupaten Demak

Video ribuan ikan mengambang di lautan itu viral di media sosial. 

Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Demak langsung melakukan pemeriksaan. 

DLH telah mengambil sampel dan menguji di laboratorium agar mengetahui penyebab pastinya.

Ya, warga Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, dihebohkan dengan matinya ribuan ikan dalam tiga hari terakhir. 

Fenomena itu viral setelah video ribuan ikan mengambang diunggah akun Instagram @infodemakraya.

“Dalam tiga hari terakhir warga Sayung Demak dihebohkan matinya ikan laut secara misterius, yang mencapai ribuan hingga puluhan ribu,” tulis akun tersebut.

Baca juga: 6.800 Warga Patumbak Deli Serdang Terdampak Banjir, Kecamatan Siapkan Dapur Umum dan Posko Kesehatan

Baca juga: AKHMAD Wali Kota Sibolga Akhirnya Ditemukan, Ngaku Jalan Kaki 4 Hari Usai Terjebak Longsor

Sekretaris DLH Kabupaten Demak, Sudarwanto membenarkan kejadian itu dan menyebut lokasi berada di Desa Bedono, Kecamatan Sayung.

Sudarwanto mengatakan, pihaknya sudah meninjau lokasi dan membawa perlengkapan pengujian untuk memastikan penyebab kematian ikan.

Namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian ikan dan menegaskan hasilnya baru dapat disampaikan setelah pemeriksaan laboratorium selesai.

Meski menunggu hasil resmi, Sudarwanto tidak menampik adanya dugaan awal bahwa fenomena itu dipicu perubahan sanitasi air akibat sirkulasi air laut dan payau yang terhambat pembangunan Tol Semarang–Demak. 

"Tetapi itu jangan dijadikan kesimpulan."

"Kalau menurut teori, karena tolnya sudah nyambung, otomatis jadi cekungan yang tidak bisa air laut masuk atau bertukar dengan air payau."

"Sehingga, sanitasi berubah, suhu juga berubah, kaget,” ujarnya.

Baca juga: Pilu Istri di Sumsel Lagi Hamil Dianiaya Suami Siri hingga Jari Anaknya Dipotong Pakai Golok

Baca juga: Bantuan Tak Kunjung Datang, Warga Kelaparan Diduga Mulai Menjarah di Hutabalang Tapteng

Sudarwanto menegaskan bahwa lokasi ribuan ikan yang mati itu berada di kolam retensi penampungan lumpur, bukan tambak produktif milik warga.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved