Banjir dan Longsor Tapteng

Bantuan Tak Kunjung Datang, Warga Kelaparan Diduga Mulai Menjarah di Hutabalang Tapteng

Menurutnya, sejumlah grosir dan tempat penjualan bahan pokok juga mulai kehabisan stok beras, membuat antrean warga mengular dan ketegangan meningkat.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
Tribunnews.com/Instagram/arifpsrb
Tangkapan layar, unggahan story Instagram @arifpsrb. Warga berkerumun di depan salah satu minimarket di Hutabalang, Tapanuli Tengah, setelah stok makanan dilaporkan habis dan beberapa gerai dijarah akibat kelaparan yang meluas. Situasi di lapangan semakin mencekam karena akses logistik masih terputus sejak banjir bandang dan longsor melanda wilayah Sibolga–Tapteng. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Pascabanjir dan longsor yang melanda, situasi di Tapanuli Tengah, semakin memprihatinkan.

Laporan warga yang berada langsung di lokasi menyebutkan bahwa kelaparan mulai meluas setelah akses logistik terputus total akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejak Senin malam (24/11/2025).

Dalam unggahan story Instagram salah seorang warga daerah tersebut, @arifpsrb menyebutkan di Hutabalang tampak suasana kacau, di mana ratusan warga berkumpul di depan pertokoan dan fasilitas umum untuk mencari bahan makanan.

Ia mengabarkan bahwa beberapa gerai Indomaret di Pandan, Hajoran, Pinangsori, hingga Hutabalang telah habis dijarah karena persediaan makanan warga benar-benar menipis.

“Efek kelaparan yang masif, beberapa Indomaret sudah habis dijarah. Sedih sekali teman-teman… Kita bisa bayangkan betapa chaos-nya situasi di sini,” tulisnya.

Menurutnya, sejumlah grosir dan tempat penjualan bahan pokok juga mulai kehabisan stok beras, membuat antrean warga mengular dan ketegangan meningkat.

Banyak warga nekat mengambil risiko dengan berebut stok terbatas demi memenuhi kebutuhan anak dan keluarga.

Situasi diperparah dengan sensitivitas warga terhadap kamera dan perekam, sehingga pelapor terpaksa berhenti mendokumentasikan kondisi karena khawatir keselamatannya terancam.

“Masyarakat mulai sensitif sama kamera… marah, berteriak hingga mengancam,” ungkapnya.

Ia menyebut kondisi ini berpotensi memicu efek domino jika bantuan tidak segera masuk. Orang lapar akan bertambah banyak dan tindakan nekat dikhawatirkan makin meluas.

“Orang lapar akan bertambah, hilang akal sehat, dan segala cara akan dilakukan demi memenuhi isi perut anak atau keluarganya,” tulisnya lagi.

Hingga sore ini, akses jalan ke sejumlah titik terdampak di Sibolga–Tapteng masih terputus akibat longsor besar, jaringan telekomunikasi padam, dan pasokan logistik belum bisa masuk maksimal. Warga berharap bantuan pangan, air bersih, dan obat-obatan segera didistribusikan.

Unggahan tersebut ditutup dengan harapan “Semoga bantuan logistik cepat datang ya kawan.”

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved