Berita Viral

Dheninda Sampai Menangis Ramai Dihujat, Diancam Bakal Alami Penjarahan: Se-Indonesia Bully Saya

Kini Dheninda Chaerunnisa menuturkan betapa besar tekanan yang ia rasakan akibat serangan warganet.

Tangkap layar Tribunnews/ TribunGorontalo.com
VIRAL DHENINDA CHAERUNNISA - Dheninda Chaerunnisa, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo Utara yang ekspresinya sempat viral hadapi pendemo. Ia dalam kesempatannya membantah berniat mengejek para pendemo. 

TRIBUN-MEDAN.com - Anggota DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunnisa sedang ramai dihujat usai dituding mencibir para pendemo. 

Tak hanya dirinya yang menjadi sasaran amukan warganet, bahkan keluarganya pun turut kena imbasnya. 

Baru-baru ini sempat ada yang memprovokasi untuk menjarah rumah dan tempat usaha keluarganya.

Publik tak peduli dengan klarifikasi yang disampaikan oleh Dheninda Chaerunnisa

Kini Dheninda Chaerunnisa menuturkan betapa besar tekanan yang ia rasakan akibat serangan warganet.

“Saya dicibir satu Indonesia. Satu Indonesia bully saya. Semua orang yang (menyerang) udah mengarah di luar konteks, sampai orang tua saya dikata-katain l***e,” ujar Dheninda dikutip dari kanal Youtube Tribun Gorontalo, Sabtu 18 Oktober 2025. 

Ia mengaku tak menyangka bahwa hujatan di media sosial bisa sampai sejauh itu.

“Sampai segitunya pem-bully-an itu di sosial media,” tambahnya.

Sosok Dheninda Chaerunnisa (22) mendadak menjadi sorotan publik. Perempuan muda kelahiran 2 April 2003 ini viral di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan gesturnya yang dianggap mencibir massa demonstran saat berorasi di depan Kantor DPRD Gorontalo Utara pada 13 Oktober 2025. (Kolase Istimewa)
Sosok Dheninda Chaerunnisa (22) mendadak menjadi sorotan publik. Perempuan muda kelahiran 2 April 2003 ini viral di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan gesturnya yang dianggap mencibir massa demonstran saat berorasi di depan Kantor DPRD Gorontalo Utara pada 13 Oktober 2025. (Kolase Istimewa) (Kolase Istimewa)

Tak berhenti di situ, Dheninda juga sempat menerima ancaman dari pihak yang tidak dikenal.

Menurutnya, ada seruan provokatif yang mengajak masyarakat untuk menjarah tempat usaha keluarganya.

“Ada pengancaman sampai katanya pada saat di demo itu ada masyarakat mengatakan ke saya. Ada orang yang teriak jarah tokonya. Sampai kayak gitu, dan ketika saya dengar itu, saya sakit (hati),” ungkapnya lagi.

Lebih jauh, Dheninda bercerita bahwa keluarganya adalah pendatang di wilayah Gorontalo Utara.

Mereka memulai usaha dari bawah hingga mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar.

Kini, bisnis keluarga tersebut bahkan telah membuka puluhan lapangan kerja bagi warga lokal.

“Kita sebagai pendatang juga tahu diri gitu. Datang cari nafkah di tempat orang. Bagaimana kita bisa bermanfaat untuk orang-orang di sekitar kita,” kata Dheninda.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved