Berita Nasional

Nasib Calon Jemaah Haji Terdampak Banjir Sumatera Terancam Diundur ke 2027, Pelunasan Baru 60 Persen

Jika ada calon jemaah terdampak bencana Sumatera yang belum bisa melunasi biaya sesuai jadwal, maka terancam diundur keberangkatannya

|
Kompas.com
JEMAAH HAJI - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Gus Irfan rapat bersama Komisi VIII DPR RI untuk membahas soal nasib calon jemaah haji yang terdampak banjir di tiga provinsi Sumatera(KOMPAS.com/Rahel) 

TRIBUN-MEDAN.com - Nasib para calon jemaah haji terdampak bencana di Sumatera yang belum bisa melunasi biaya terancam diundur ke 2027.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) rapat bersama Komisi VIII DPR RI untuk membahas soal nasib calon jemaah haji yang terdampak banjir di tiga provinsi Sumatera.

Jika ada calon jemaah terdampak bencana Sumatera belum bisa melunasi biaya sesuai jadwal, maka terancam diundur keberangkatannya. 

"Tergantung situasi nanti. Yang jelas yang pertama ini pelunasannya kita... kita undur sesuai dengan situasi," kata Irfan usai rapat di Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Baca juga: Akhirnya Jenazah Bocah 12 Tahun Korban Banjir di Sibolga Ditemukan Setelah 29 Hari Pencarian

Nantinya, kuota para calon jemaah dari tiga provinsi tersebut akan dioper untuk provinsi lainnya. 

"Kalau toh nanti sampai pada hari tertentu pelunasan tetap belum bisa terlunasi, tentu ada kemungkinan kita oper ke provinsi lain. Dan mereka akan dipersiapkan untuk 2027," ucap Irfan. 

Ia memastikan, sekitar 20.000 calon jemaah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu akan masuk daftar tunggu tahun 2027.

Sebab, proses pelunasan biaya haji di Aceh baru 50 persen, sementara di Sumatera Barat dan Sumatera Utara baru 60 persen. 

Baca juga: Zulhas Mengaku Pemerintah Kerja Sejak Subuh: Kami Bekerja dari Jam 06.00 Turun ke Lapangan

Baca juga: Sosok WK Janda Korban 2 Oknum TNI di Baubau, Jasadnya Ditemukan Tanpa Busana di Bawah Jembatan

"Kemudian Sumatera Barat sudah 60 sekian persen, Sumatera Utara 60 persen, Aceh baru 50 sekian persen. Itu yang kita agak khawatir, tapi kita tetap berupaya untuk bisa sesuai jadwal," kata Gus Irfan.

Menurut Gus Irfan, Komisi VIII DPR RI pun telah memberikan kesempatan untuk Kementerian Haji untuk membuat perubahan aturan terkait pelaksanaan haji 2026.

"Tapi kita tetap berupaya untuk bisa sesuai jadwal tapi kalau toh nanti pada saatnya jadwal tidak terpenuhi, kita berterima kasih Komisi VIII sudah memberikan peluang payung hukumnya untuk bisa kita melakukan kebijakan yang berbeda lagi nanti," tuturnya.

Harap Kampung Haji Bisa Tampung Seluruh Jemaah

Gus Irfan berharap Kampung Haji di Tanah Suci dapat menampung seluruh jemaah haji asal Indonesia.

"Ya rencana tentu bisa menampung semua. Semua jemaah kita. Tapi nanti itu sekali lagi teknis dari Pak Rosan di Danantara nanti," kata Irfan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Jika nantinya Kampung Haji sudah beroperasi, ia berharap dapat mengurangi biaya haji. "Tentu kalau itu sudah bisa digunakan sepenuhnya pasti akan mengurangi biaya haji," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved