Berita Nasional

Kapolri Akhirnya Lepaskan Pelaku Penjarahan Minimarket di Sibolga, Sebut Warga Butuh Makanan

Kapolri memahami, masyarakat terpaksa menjarah karena membutuhkan makanan. Mereka kelaparan setelah dilanda musibah berhari-hari.

TRIBUN MEDAN
Selain mengevakuasi korban bencana banjir bandang dan longsor, jajaran Polres Sibolga bersama TNI menambah tugas untuk memperketat pengamanan di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Sibolga, Sumatera Utara, setelah terjadi aksi penjarahan yang dilakukan massa pada Sabtu, 29 Agustus 2025. (Istimewa) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya membebaskan warga yang menjarah minimarket di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut). 

Listyo Sigit memastikan pelaku penjarahan sudah tidak ada lagi yang diamankan.

Penjarahan itu dilakukan usai warga kesulitan mendapatkan bantuan makanan pasca banjir bandang dan tanah longsor yang menyerang wilayah tersebut. 

"Adanya informasi penjarahan, bahwa sampai saat ini sudah tidak ada lagi yang diamankan, semua kita lepas," kata Listyo dalam konferensi pers penanganan bencana banjir dan longsor di Posko Terpadu TNI, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12/2025).

Kapolri memahami, masyarakat terpaksa menjarah karena membutuhkan makanan. Mereka kelaparan setelah dilanda musibah berhari-hari. 

Baca juga: Pilu Chiki Fawzi Terjun Langsung Bantu Korban Banjir di Sumut, Ajak Sesama Publik Figur Tergerak

"Saat itu mereka hanya membutuhkan logistik makanan, saat ini semuanya sudah dilepas," jelas dia. 

Kapolri saat pres banjir
BEBASKAN PENJARAH - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan membebaskan warga yang menjarah minimarket di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), dalam konferensi pers penanganan bencana banjir dan longsor di Posko Terpadu TNI, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12/2025). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)

Sebelumnya diberitakan, sejumlah minimarket menjadi sasaran penjarahan korban banjir di Sibolga, Sumatera Utara, dan sekitarnya pada Sabtu (29/11/2025).

Salah satu warga, Baim, mengaku dirinya terpaksa menjarah minimarket di kota Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, karena minimnya bantuan. 

Baca juga: Tampang 2 Pria yang Mencuri Motor telah Ditangkap Polres Tanah Karo

"Kami terpaksa mengambil ini karena bantuan untuk makan tidak juga datang," kata dia, dikutip dari Kompas.id, Senin (1/12/2025).

Bersama dengan tiga temannya, dia mengambil beberapa air mineral, camilan, sosis, dan yoghurt. 

"Ini bukan buat saya, tapi buat orang di rumah. Ada sepuluh orang di rumah, termasuk om, sama nenek,” lanjut Baim mengungkap alasannya menjarah minimarket di kota tersebut. 

Menurut pengakuannya, petugas keamanan tidak memberikan penindakan ketika penjarahan dilakukan.

Baca juga: Pulihkan Akses Warga dan Jalinsum, Polda Sumut Bangun Jembatan Darurat di Tapteng

Bantuan dari donatur pribadi dan komunitas baru datang pada Minggu (30/11/2025) malam.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, penjarahan dipicu oleh bantuan untuk korban banjir di Sumatera Utara yang tak kunjung diterima karena terkendala akses ke lokasi. 

"Sebenarnya bukan minim (bantuan), tetapi memang akses darat dari Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, itu belum tembus ke Sibolga," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/12/2025).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved