Berita Nasional

Jawab Soal Isu Pemakzulan, Presiden Prabowo: Mekanismenya dengan Baik dan Damai

Prabowo menegaskan bahwa rakyat memiliki hak penuh dalam sistem demokrasi untuk menilai dan bahkan mengganti pemerintahan. 

|
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan atensi untuk membongkar kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus. Kepala Negara mendesak aparat agar kasus teror tersebut diusut tuntas, termasuk ke pihak yang menyuruh mereka. 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto akhirnya merespons polemik yang tengah berkembang di masyarakat soal pemakzulan dirinya dari jabatan Presiden Indonesia.

Prabowo menegaskan bahwa rakyat memiliki hak penuh dalam sistem demokrasi untuk menilai dan bahkan mengganti pemerintahan. 

Namun, ia mengingatkan bahwa proses tersebut hanya dapat dilakukan melalui mekanisme konstitusional yang telah ditetapkan oleh para pendiri bangsa.

Konstitusi adalah aturan dasar negara yang menjadi landasan hukum tertinggi, sehingga setiap pergantian kepemimpinan harus mengikuti jalur resmi yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat memimpin Rapat Kerja bersama Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta pimpinan BUMN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Dalam arahannya, Prabowo menyinggung narasi pemakzulan (impeachment) yang belakangan muncul di ruang publik.

Impeachment adalah proses hukum untuk memberhentikan presiden sebelum masa jabatannya berakhir, melalui mekanisme DPR/MPR dan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kedaulatan di tangan rakyat, tidak ada masalah kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik ya gantilah pemerintah itu, ada mekanismenya dengan baik dengan damai,” ujarnya.

Jalur Konstitusi Melalui DPR dan MK

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menekankan bahwa Indonesia telah memegang konsensus sebagai negara demokrasi.

Oleh karena itu, terdapat jalur resmi yang dapat ditempuh untuk melakukan pergantian kepemimpinan, baik melalui proses pemungutan suara maupun mekanisme hukum.

"Bisa melalui pemilihan umum tidak ada masalah, bisa juga melalui impeachment gak ada masalah. Tapi, impeachment melalui saluran DPR/MPR, MK dilakukan tidak masalah," tegasnya.

Presiden kemudian merefleksikan sejarah panjang pergantian kekuasaan di Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana para pendahulu bangsa melewati masa transisi tanpa harus melalui jalur kekerasan.

"Dalam sejarah kita telah terjadi beberapa pergantian. Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai melalui proses tidak melalui kekerasan," kenang Prabowo.

Di akhir arahannya, Presiden mengajak seluruh jajarannya dan masyarakat untuk tetap memercayai sistem demokrasi yang ada di tanah air.

"Jadi Saudara-saudara percayalah pada sistem yang telah dibangun pendiri bangsa kita, percayalah pada kekuatan kita sendiri pada Indonesia," pungkasnya.

Kritik Saiful Mujani 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved