Sumut Terkini
Polda Sumut Ajukan Sita Aset Eks Pejabat Bank yang Gelapkan Uang Jemaat Gereja Aek Nabara Rp 28 M
Polda Sumut mengatakan telah mendeteksi aset-aset Andi Hakim Febriansyah, tersangka dugaan penggelapan uang jemaat gereja Katolik.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Polda Sumut mengatakan telah mendeteksi aset-aset Andi Hakim Febriansyah, tersangka dugaan penggelapan uang jemaat gereja Katolik diduga menggelapkan uang jemaat gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu sebanyak Rp 28 Miliar.
Andi, merupakan mantan kepala eks kepala Kas Bank BNI Unit Aek Nabara, cabang Rantauprapat, Sumatera Utara diduga menipu para jemaat modus menawarkan investasi bernama BNI Deposito Investment, dengan keuntungan bunga sebesar 8 persen pertahun.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Rahmat Budi Handoko mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara uang hasil penggelapan diduga diinvestasikan untuk membangun Sport Center Labuhanbatu.
Kemudian, uang diduga digunakan untuk membangun mini zoo Labuhanbatu, dan kafe di Kabupaten yang sama.
Pembangunan diduga melalui perusahaan atas nama istrinya, Camelia Rosa.
Kemudian, diduga ada sejumlah aset lainnya di Kota Medan.
Meski demikian, Polisi belum merinci detail aset-aset lainnya.
Rahmat menjelaskan, untuk penyitaan mereka akan mengajukan ke Pengadilan.
"Jadi nanti kami akan mengajukan surat permohonan izin dari pengadilan untuk melakukan penyitaan,"kata Dirreskrimsus Polda Sumut, Kombes Rahmat Budi Handoko, Selasa (31/3/2026).
Diketahui, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut menangkap Andi Hakim Febriansyah, mantan kepala eks kepala Kas Bank BNI Unit Aek Nabara, cabang Rantauprapat, Sumatera Utara.
Ia ditangkap bersama istrinya, Camelia Rosa, di bandara Internasional Kualanamu oleh personel Subdit II Ditreskrimsus Polda Sumut, Senin (30/3/2026).
Penangkapan karena ia diduga menggelapkan uang jemaat gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu sebanyak Rp 28 Miliar, modus menawarkan investasi bernama BNI Deposito Investment, dengan keuntungan dari bunga sebesar 8 persen pertahunnya.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Rahmat Budi Handoko mengungkap kronologis dan bagaimana mereka menangkap Andi dan istrinya.
Sebelum ditangkap hari ini, Polisi berkomunikasi dengan keluarga tersangka, juga kuasa hukumnya.
Mereka meminta agar Andi dan istrinya pulang ke Indonesia.
| 77 Ribu Kendaraan Lintasi Exit Tol Simpang Panei selama Lebaran dan Nihil Kecelakaan |
|
|---|
| Tindaklanjut Keputusan Wali Kota 7 April Pemko Binjai Akan Bongkar Bangunan Liar di Jalan Bandung |
|
|---|
| Pelajar di Samosir Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Ungkap Kronologis |
|
|---|
| Jelang Vonis, Istri Amsal Sitepu Harap Hakim Berikan Kebebasan Suaminya |
|
|---|
| Libur Lebaran Usai, Ondim Ingatkan ASN Fokus Jalankan Tugas dalam Mendorong Pembangunan Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Direktur-Reserse-Kriminal-Khusus-Polda-Sumut-Kombes-Rahmat-Budi-Handoko.jpg)