Berita Medan

Kondisi Sekolah Rakyat di Medan, Drainase dan Lampu Belum Layak jadi Sorotan

Zakiyuddin menyoroti kondisi lingkungan sekitar proyek yang dinilai belum layak, khususnya terkait drainase dan penerangan jalan.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin meninjau proses pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Proyek ini ditarget rampung pada Juni 2026 mendatang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kondisi pembangun fasilitas Sekolah Rakyat di Medan jadi sorotan.

Wakil Wali Kota Medan,  Zakiyuddin Harahap, turun langsung meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. 

Di tengah progres pembangunan yang terus berjalan, Zakiyuddin tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan infrastruktur pendukung yang dinilai krusial bagi lingkungan pendidikan.

"Hasil peninjauan ada beberapa hal harus diperhatikan, drainase dan penerangan. Dan sudah kami tinjau langsung, supaya bisa dipercepat, karena ini tugas utama kita. Besok PU bersama camat dan lurah langsung turun melihat kondisi drainase,” tegasnya usai peninjauan, Selasa (31/3/2026) 

Zakiyuddin didampingi sejumlah pimpinan OPD, di antaranya Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti, Kadis Perkimcikataru Jhon Lase, serta Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba.

Turut hadir perwakilan Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum.

Infrastruktur Jadi Kunci

Zakiyuddin menyoroti kondisi lingkungan sekitar proyek yang dinilai belum layak, khususnya terkait drainase dan penerangan jalan.

Menurutnya, jalan tanpa drainase yang memadai tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga keselamatan masyarakat dan siswa nantinya.

“Drainase harus segera dibuat. Tidak layak rasanya jalan di Kota Medan tanpa drainase. Begitu juga lampu penerangan harus segera dipasang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh pekerjaan dilakukan secara terpadu, melibatkan berbagai pihak seperti PDAM dan PLN, guna menghindari pembongkaran ulang setelah proyek selesai.

“Kita tidak mau lagi jalan yang sudah diaspal dibongkar lagi hanya untuk pasang pipa atau kabel. Ini buang waktu, biaya, dan hasilnya tidak rapi,” katanya.

Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Lebih lanjut, Zakiyuddin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kota, instansi terkait, hingga pihak pengembang agar seluruh pekerjaan bisa dilakukan secara bersamaan dan terencana.

“Lebih bagus kita kerjakan bersama. Jadi sekali kerja langsung selesai, tidak bongkar pasang lagi,” ucapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved