Prakiraan Cuaca

BMKG Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi, Ini Penyebab Cuaca Panas di Medan

BMKG Maritim Belawan mengimbau para nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi pada 27 Maret 2026.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
ChatGPT
GELOMBANG TINGGI- Ilustrasi perahu nelayan dihempas gelombang tinggi air laut. 

Ringkasan Berita:
  • BMKG Maritim Belawan mengimbau para nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi pada 27 Maret 2026
  • Berdasarkan pengamatan BMKG Maritim Belawan, tinggi gelombang bisa mencapai 1,25 hingga 2,5 meter
  • Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi adalah perairan barat Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Nias, dan Samudera Hindia barat Kepulauan Nias

TRIBUN-MEDAN.COM,- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Belawan mengimbau para nelayan di Sumatera Utara untuk mewaspadai adanya potensi gelombang tinggi.

Berdasarkan analisis BMKG yang disiarkan melalui pesan WhatsApp di grup MEDIA (INFO BMKG SU), diterangkan bahwa potensi gelombang tinggi terjadi pada hari ini, Jumat 27 Maret 2026.

Potensi terjadinya gelombang tinggi bisa berlangsung hingga 29 Maret 2026.

Gelombang air laut yang terjadi di pantai dua rasa Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, terlihat sampai memasuki pondok pondok yang dikelola warga sebagai tempat bersantai bagi wisatawan, Rabu (13/7/2022) /Anugrah Nasution.
Gelombang air laut yang terjadi di pantai dua rasa Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, terlihat sampai memasuki pondok pondok yang dikelola warga sebagai tempat bersantai bagi wisatawan, Rabu (13/7/2022) /Anugrah Nasution. (TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION)

Baca juga: Cuaca Sumut Hari Ini 27 Maret 2026, Apakah Medan Berpotensi Hujan?

Menurut analisis BMKG Maritim Belawan, tinggi gelombang bisa mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Kawasan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi adalah perairan barat Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Nias dan Samudera Hindia barat Kepulauan Nias.

Dalam siaran pers tersebut, BMKG Maritim Belawan turut memberikan saran keselamatan pelayaran.

Baca juga: Cuaca di Sumut Cukup Panas, Ini Penyebabnya Kata BMKG

BMKG mengimbau para nelayan harus berhati-hati jika angin berkecepatan 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.

Sedangkan untuk kapal tongkang, BMKG mengimbau mewaspadai tekanan angin berkecepatan 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

Gelombang tinggi. BMKG merilis peringatan dini gelombang tinggi. Peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia berlaku dari 1-4 Januari 2019. (Tribunwow.com)
Gelombang tinggi. BMKG merilis peringatan dini gelombang tinggi. Peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia berlaku dari 1-4 Januari 2019. (Tribunwow.com) (Tribunwow.com)

Cuaca Panas di Kota Medan

BMKG Wilayah I Medan turut menginformasikan penyebab cuaca panas di Sumut, khususnya du Kota Medan.

Kepala BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho mengatakan, dari pantauan citra satelit, wilayah yang terdampak suhu panas beberapa hari terakhir diantaranya Kota Medan, Deliserdang, serta daerah pesisir timur. 

Baca juga: Cuaca Panas Terik, Dinkes Medan Imbau Warga Lakukan Hal Ini Selama Berpuasa

Berdasarkan data pengamatan suhu udara maksimum pada tanggal 26 Maret 2026, tercatat suhu udara maksimum di BBMKG Wilayah I dan Stasiun Geofisika Deli Serdang mencapai 36.0 °Celcius

"Hal ini dikarenakan posisi matahari tepat berada di khatulistiwa dan tutupan awan yang minim di wilayah pesisir Timur Sumatera Utara, sehingga intensitas radiasi matahari yang diterima lebih maksimal daripada biasanya,"jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).

Sementara itu, berdasarkan analisis pola angin pada tanggal 26 Maret 2026 pukul 07.00 WIB menunjukkan angin bertiup dari arah timur di pesisir timur Sumatera Utara dan bersifat divergen (menyebar). 

Baca juga: Indonesia Diserang Suhu Panas Terik, BMKG Ungkap Faktor Penyebabnya

"Selain itu, berdasarkan data udara atas pada tanggal 26 Maret 2026 terpantau kelembapan udara atas cukup kering berkisar 20-40 persen RH," kata Hendro.

Kondisi tersebut mengakibatkan pertumbuhan awan cukup sulit terbentuk di pesisir timur Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan, Deli Serdang dan sekitarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved