Berita Medan
Warga Marelan Ngeluh Soal Drainase dan Banjir ke Tia Ayu
Satu per satu warga menyampaikan aspirasi mereka secara langsung, mulai dari persoalan lingkungan hingga pelayanan publik.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Persoalan drainase dan banjir masih menjadi keluhan utama warga Kecamatan Medan Marelan.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan reses yang digelar Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Tia Ayu Anggraini, di Jalan Marelan I Pasar 4 Barat, Kelurahan Rengas Pulau, Sabtu (21/2) hingga Minggu (22/2).
Sekitar 1.500 warga dari berbagai lingkungan hadir dalam pertemuan yang berlangsung tertib dan penuh keakraban.
Satu per satu warga menyampaikan aspirasi mereka secara langsung, mulai dari persoalan lingkungan hingga pelayanan publik.
Keluhan mengenai drainase menjadi isu yang paling banyak disampaikan. Warga menilai sistem saluran air di sejumlah titik belum berfungsi optimal sehingga genangan kerap terjadi setiap kali hujan deras turun.
Masyarakat berharap adanya perbaikan menyeluruh terhadap saluran drainase, termasuk normalisasi parit dan pembersihan rutin agar aliran air kembali lancar. Program berkelanjutan dinilai penting untuk meminimalisir banjir yang selama ini mengganggu aktivitas warga.
Wahyudi, warga Gang Ridho, mengungkapkan kondisi drainase di lingkungannya sudah lama tersumbat akibat sedimentasi dan tumpukan sampah.
Menurutnya, saat hujan turun air dengan cepat meluap ke permukiman warga.
“Paritnya sudah dangkal dan banyak sampah. Kalau hujan sedikit saja langsung tergenang,” ujarnya.
Selain persoalan banjir, warga juga menyampaikan berbagai kebutuhan lain. Syafitri, misalnya, mempertanyakan pendataan dan verifikasi penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Ia berharap dilakukan pendataan ulang secara transparan karena masih banyak warga yang dinilai layak menerima bantuan, namun belum terakomodasi.
Warga juga meminta pemerintah memastikan bantuan sosial tepat sasaran serta menyediakan ruang pengaduan bagi masyarakat yang belum masuk dalam daftar penerima.
Keluhan lainnya datang dari Sutris, warga Pasar 4 Marelan, yang menyoroti sulitnya mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit karena kapasitas yang sering penuh.
Ia berharap adanya penambahan kapasitas ruang perawatan, peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan, serta sistem rujukan yang lebih baik agar pasien dapat segera ditangani.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Tia Ayu menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh masukan masyarakat agar dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Medan.
| 13 Fitur AI Diperkenalkan, Permudah Mobilitas hingga Pengelolaan Usaha |
|
|---|
| Penjaga Malam Dibacok Geng Motor Usai Kejar Pelaku Perampasan Tas, Kini Dirawat di RS Eshmun |
|
|---|
| Gowes ke Kantor, Rico Waas Beri Pesan Surat Edaran Tentang Transformasi Budaya Kerja ASN |
|
|---|
| Kepala Disnaker Medan: 110 Ribu Pencari Kerja Dalam Setahun, Mahasiswa Disiapkan Sejak Dini |
|
|---|
| Cerita Lidya, Agen Lion Parcel di Medan, Tumbuh Berkat Tren Bisnis Fesyen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Warga-Marelan-mengeluh-soal-banjir-dan-drainase-tak.jpg)