Ramadan 2026

Hilal di Kota Medan Belum Terlihat, OIF UMSU Pantau Posisi Hilal Masih Minus

Sehingga, kemungkinan besar nantinya Kementerian Agama melalui panitia sidang Isbat juga akan mengumumkan hal yang serupa. 

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
HILAL BELUM TERLIHAT - Walikota Medan Rico Waas, mengecek pemantauan hilal di Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU), di Jalan Panglima Denai, Kota Medan, Selasa (17/2/2026). Setelah dilakukan pemantauan, tim OIF UMSU memutuskan hilal di Kota Medan tak terlihat. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hingga Selasa (17/2/2026) petang, hilal yang menjadi penentuan masuknya awal bulan suci 1 Ramadan 1447 Hijriah di Kota Medan belum terlihat.

Hal ini didapatkan berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh tim pusat Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU). 

Hal ini, diungkapkan oleh Kepala Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU, Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar usai proses pemantauan dan pengumpulan data yang dilakukan sejak siang tadi. Dirinya menjelaskan, hingga petang ppihaknya melihat posisi hilal masih minus. 

"Seperti kita tau, posisi hilal hari ini  sudah minus. Setelah terbenamnya matahari di pukul 18.39 WIB posis hilal minus, sehingga dipastikan hilal tidak akan terlihat," ujar Arwin. 

Diungkapkan Arwin, setelah proses pemantauan hilal seles selesai melalui sistem rukyatul hilal tak terlihat, maka secara hisab dipastikan malam hari ini belum masuk 1 Ramadan.

Sehingga, kemungkinan besar nantinya Kementerian Agama melalui panitia sidang Isbat juga akan mengumumkan hal yang serupa. 

"Sehingga malam hari ini pemerintah pusat melalui Kementerian Agama itu belum memutuskan malam ini masuk 1 Ramadan. Sehingga, diputuskan masuk awal 1 Ramadan itu di tanggal 19 Februari," ucapnya. 

Berbeda dengan Muhammadiyah, yang memiliki sistem perhitungan berbeda dengan pemerintah ditetapkan awal 1 Ramadan jatuh pada Rabu (18/2/2026) esok hari.

Dikatakannya, hal tersebut dikarenakan organisasi Muhammaiyah memiliki sistem perhitungan parameter global dimana ketinggian hilal sudah mencapai 5 derajat di Alaska, maka ditetapkan masuk 1 Ramadan. 

"Muhammadiyah sudah pakai parameter global, ketinggian hilal 5 derajat sudah terpenuhi di Alaska Amerika maka malam hari ini sudah masuk tanggal 1. Jadi Muhammadiyah tanggal 18, pemerintah tanggal 19," katanya. 

Amatan www.tribun-medan.com, pada saat pemantauan hilal di OIF UMSU tadi juga turut dihadiri oleh Walikota Medan Rico Waas.

Usai menghadiri pembukaan di aula kampus Pascasarjana UMSU, Rico tampak menyempatkan diri untuk memantau langsung beberapa teleskop pemantauan hilal

(mns/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved