Kebakaran Pabrik Swallow di Medan

Kebakaran Pabrik Swallow Medan Mulai Padam setelah 5 Jam, Lurah Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Setelah 5 jam, kobaran api yang melahap pabrik sandal Swallow di Jalan Yos Sudarso mulai menunjukkan tanda-tanda padam perlahan.

|
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
MULAI PADAM - Kondisi terkini area jalan Yos Sudarso yang gelap gulita setelah api yang membakar pabrik sendal swallow perlahan mulai padam, Rabu (28/1/2026) dini hari. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Setelah berjibaku selama lebih dari lima jam, kobaran api yang melahap pabrik sandal Swallow di Jalan Yos Sudarso mulai menunjukkan tanda-tanda padam perlahan.

Lurah Pulo Brayan Bengkel, Yudha Arianto, mengonfirmasi bahwa intensitas api sudah jauh berkurang dibandingkan beberapa jam sebelumnya yang sempat membumbung tinggi.

Lokasi kebakaran ini secara administratif berada di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, yang berbatasan langsung dengan wilayah Medan Timur.

Meski sempat memicu kepanikan luar biasa, situasi di lokasi kini mulai terkendali seiring dengan masuknya bantuan armada tambahan ke titik api.

KEBAKARAN DAN AMBULANS - Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal di Jalan Yos Sudarso, Medan, belum menunjukkan tanda-tanda mereda hingga Rabu (28/1/2026) dini hari. Situasi di lapangan semakin mencekam seiring dengan mulai berdatangannya sejumlah unit mobil ambulans ke titik lokasi kebakaran.
KEBAKARAN DAN AMBULANS - Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal di Jalan Yos Sudarso, Medan, belum menunjukkan tanda-tanda mereda hingga Rabu (28/1/2026) dini hari. Situasi di lapangan semakin mencekam seiring dengan mulai berdatangannya sejumlah unit mobil ambulans ke titik lokasi kebakaran. (TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani)

Warga Khawatir Api Menyambar Gudang Solar

Yudha menjelaskan bahwa kepanikan sempat memuncak ketika api merambat ke area belakang pabrik yang berdekatan dengan pemukiman warga Pulo Brayan Bengkel.

Kekhawatiran tersebut muncul karena adanya informasi mengenai keberadaan tangki penyimpanan solar di bagian belakang gudang pabrik tersebut.

Suara ledakan yang sempat terdengar berkali-kali sebelumnya diduga berasal dari area penyimpanan bahan bakar dan material kimia yang mudah terbakar.

"Warga sempat panik karena api marak di belakang, apalagi ada info masih ada solar di dalam pabrik, tapi sekarang sudah mulai aman," ujar Yudha, Rabu (28/1/2026).

KEBAKARAN PABRIK SWALLOW - Kebakaran hebat yang melanda pabrik ban dan sandal Swallow di Jalan Yos Sudarso, Kota Medan, terus meluas hingga Rabu (28/1/2026) dini hari.
KEBAKARAN PABRIK SWALLOW - Kebakaran hebat yang melanda pabrik ban dan sandal Swallow di Jalan Yos Sudarso, Kota Medan, terus meluas hingga Rabu (28/1/2026) dini hari. (TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani)

Nihil Korban Jiwa dan Rumah Warga Berhasil Diselamatkan

Hingga saat ini, pihak kelurahan memastikan tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa kebakaran hebat tersebut.

Petugas di lapangan juga mengonfirmasi bahwa tidak ada rumah penduduk yang ikut terbakar meskipun jaraknya sangat dekat dengan tembok pabrik.

Tim pemadam kebakaran melakukan strategi penyekatan yang efektif sehingga api tidak sempat melompati pagar pembatas menuju pemukiman padat penduduk.

"Sejauh ini laporan korban jiwa nihil dan rumah warga aman, kami tetap bersiaga di wilayah untuk mengantisipasi segala kemungkinan," tambahnya.

Petugas kebakaran kota Medan berusaha memadamkan kebakaran yang menghanguskan yang bangunan digunakan sebagai pabrik, di Jalan Yos Sudarso, Medan, Selasa (27/1/2026).
Petugas kebakaran kota Medan berusaha memadamkan kebakaran yang menghanguskan yang bangunan digunakan sebagai pabrik, di Jalan Yos Sudarso, Medan, Selasa (27/1/2026). (TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar)

Bantuan Water Canon Brimob, Armada Kepolisian Dikerahkan Percepat Pemadaman

Proses pemadaman tidak hanya mengandalkan armada dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan saja.

Satu unit mobil Water Canon milik Brimob Polda Sumut diturunkan ke lokasi untuk membantu menyemprotkan air dengan tekanan tinggi ke pusat api.

Sedikitnya ada tiga unit mobil pemadam yang kini difokuskan melakukan penyiraman sisa-sisa bara api dari akses jalan belakang gudang.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved