Kebakaran Pabrik Swallow di Medan
4 Jam Kebakaran, Warga yang Tinggal di Belakang Pabrik Sandal di Medan Panik, Teriak Minta Air
Warga yang tinggal tepat di belakang pabrik mulai panik dan berlarian keluar rumah sambil membawa barang berharga seadanya untuk menyelamatkan nyawa.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal di Jalan Yos Sudarso, Medan, semakin tidak terkendali setelah api merembet ke area belakang bangunan.
Hingga Rabu (28/1/2026) dini hari, kobaran api terpantau semakin meninggi dan mulai menjangkau pemukiman warga di sekitar arah Jalan YWKA.
Kondisi lingkungan yang gelap pekat menambah suasana mencekam, di mana hanya cahaya merah api yang terlihat membumbung tinggi menyinari kawasan tersebut.
Warga yang tinggal tepat di belakang pabrik mulai panik dan berlarian keluar rumah sambil membawa barang berharga seadanya untuk menyelamatkan nyawa.
Ketakutan warga semakin memuncak ketika mendengar suara dentuman keras yang terdengar beruntun dari area samping belakang ujung pabrik.
Seorang warga setempat, Irman, menyebutkan bahwa area yang kini dilahap api tersebut diduga kuat merupakan gudang penyimpanan minyak milik perusahaan.
Menurutnya, frekuensi suara ledakan menjadi jauh lebih sering dan rapat sejak api menyambar bagian belakang gedung yang berisi bahan cair mudah terbakar.
"Awalnya dentuman tidak sesering ini, tapi begitu masuk area belakang, bunyinya mulai banyak kali, setahu saya itu memang gudang minyak," ujar Irman.
Histeris di Tengah Kegelapan, Warga Berteriak Minta Bantuan Armada Pemadam
Suasana di pemukiman belakang pabrik dipenuhi dengan teriakan histeris warga yang meminta pertolongan agar mobil pemadam segera masuk ke area mereka.
Dalam kegelapan, terdengar suara warga yang saling bersahutan mengucap kalimat tauhid dan meminta suplai air untuk memadamkan api yang kian mendekat.
"Lailahaillallah, air, air! Mobil damkar tolong arahkan ke sini!" teriak warga yang mencoba menghalau api agar tidak menyambar rumah mereka.
Kepanikan ini membuat banyak keluarga memutuskan untuk segera mengungsi dan menjauh dari radius bahaya ledakan yang terus terjadi.
Irman bersama anggota keluarganya mengaku tidak mau mengambil risiko lebih besar dan memilih untuk segera meninggalkan kediaman mereka.
Beberapa barang berharga seperti dokumen penting dan kendaraan telah diamankan lebih awal sebelum api semakin mendekat ke dinding pembatas rumah warga.
Masyarakat berharap petugas pemadam kebakaran dapat menambah armada ke jalur belakang guna melakukan penyekatan api secara efektif.
Hingga saat ini, tim pemadam masih berjibaku di tengah risiko ledakan susulan, sementara api masih terlihat sangat tinggi dan sulit dipadamkan.
(cr5/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Asap Tebal Kebakaran Pabrik Sendal Mulai Ganggu Penglihatan dan Pernapasan Pengendara |
|
|---|
| Kebakaran Pabrik Swallow Medan Mulai Padam setelah 5 Jam, Lurah Pastikan Tak Ada Korban Jiwa |
|
|---|
| Bau Karet Menyengat, Kebakaran Pabrik Sandal di Tanjung Mulia Sulit Dipadamkan |
|
|---|
| Sudah 4 Jam Terbakar, Api di Pabrik Sandal Medan Kian Meluas hingga Ambulance Berdatangan |
|
|---|
| Kebakaran Hebat Pabrik Sendal di Medan, Tercium Aroma Karet Ban Terbakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kebakaran-Pabrik-Swallow-di-Kota-Medan_.jpg)