Berita Medan
Rico Ungkap 242 Rumah Warga Medan Rusak Akibat Banjir, Kerugian Materil Rp174,6 Miliar
Pemerintah Kota Medan mencatat sebanyak 242 rumah warga terdampak, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dampak banjir besar sepanjang sejarah yang melanda Kota Medan pada 27 November 2025 lalu masih dirasakan masyarakat.
Pemerintah Kota Medan mencatat sebanyak 242 rumah warga terdampak, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
"Dari data Pemkot Medan, sebanyak 99 rumah mengalami kerusakan ringan, 67 rumah rusak sedang, dan 76 rumah lainnya masuk kategori rusak berat," kata Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Kamis (8/1/2026).
Saat ini, kata Rico Waas, bahwa pihak Pemko Medan sedang dalam kondisi membuat percepatan penanganan pascabencana.
Rico menegaskan bahwa Pemkot Medan terus memberikan bantuan serta pendampingan kepada warga terdampak.
"Pemulihan pascabencana menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sembari memastikan seluruh proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran. Bantuan terus kita salurkan kepada masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Komitmen tersebut ditegaskan Rico saat mengikuti rapat koordinasi penanganan pascabencana yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.
Dalam rapat itu, Rico tampak serius mengikuti pembahasan bersama Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Medan Citra Effendi Capah, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta 52 bupati dan wali kota dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya kecepatan dan akurasi pendataan kerusakan pascabencana. Data yang valid menjadi kunci utama agar bantuan dari pemerintah pusat dapat segera direalisasikan kepada masyarakat terdampak.
Rico Waas pun mengakui, pemerintah pusat memberi perhatian besar pada pendataan kerusakan rumah warga agar tidak terjadi keterlambatan penyaluran bantuan.
“Fokus pemerintah pusat adalah pendataan yang akurat. Dari data itulah bantuan bisa segera direalisasikan,” jelas Rico.
Tak hanya rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik.
Total kerugian akibat banjir di Kota Medan diperkirakan mencapai Rp 174,6 miliar.
Berdasarkan catatan Diskominfo Medan, kerusakan mencakup sekitar 13 kilometer jalan dan 2 kilometer drainase yang mengalami kerusakan berat.
| Rail Transit Hotel Medan Tawarkan Nginep Fleksibel Mulai 4 Jam, Ini Pilihan Kamar dan Harganya |
|
|---|
| Curi Motor di Klinik Gigi, Eks Napi Ini Gak Kapok Meski Sudah 4 Kali Keluar Masuk Penjara |
|
|---|
| Lokasi Rawan Banjir, Siswa SDN 064983 Medan Diedukasi Siaga Bencana Banjir hingga Gempa |
|
|---|
| 13 Fitur AI Diperkenalkan, Permudah Mobilitas hingga Pengelolaan Usaha |
|
|---|
| Penjaga Malam Dibacok Geng Motor Usai Kejar Pelaku Perampasan Tas, Kini Dirawat di RS Eshmun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wali-Kota-Medan-Rico-Tri-Putra-Bayu-Waas-dan-jajaran-saat.jpg)