Berita Medan

Lokasi Rawan Banjir, Siswa SDN 064983 Medan Diedukasi Siaga Bencana Banjir hingga Gempa

Kiky menekankan pentingnya edukasi kebencanaan sejak usia dini, terlebih bagi sekolah yang berada di kawasan rawan banjir.

|
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Puluhan siswa SDN 064983 Medan Diedukasi Siaga Bencana Banjir hingga Gempa. Lokasi sekolah mereka berada di kawasan yang rawan banjir 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Suasana berbeda di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 064983 Jalan Gaperta No. 83, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (9/4/2026). 

Ratusan siswa terlihat antusias mengikuti sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan.

Puluhan siswa sudah berkumpul di halaman sekolah.

Dengan wajah penuh rasa ingin tahu, mereka mengikuti setiap arahan yang diberikan tim BPBD Medan, mulai dari pengenalan jenis bencana hingga praktik langsung menghadapi situasi darurat.

Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, yang diwakili Plt Sekretaris BPBD, Kiky Zulfikar hadir langsung memberikan edukasi mitagasi bencana sejak dini.

Kiky menekankan pentingnya edukasi kebencanaan sejak usia dini, terlebih bagi sekolah yang berada di kawasan rawan banjir.

“Anak-anak perlu dibekali pengetahuan dasar agar tidak panik saat terjadi bencana. Justru mereka bisa menjadi pelopor keselamatan, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” ujar Kiky Zulfikar 

Dalam sesi materi, Ketua Tim Kerja Lingkup Kesiapsiagaan, Muhammad Yamin Daulay, bersama Penata Layanan Operasional, Bayu Nugraha, memberikan penjelasan sederhana namun mudah dipahami siswa.

Mereka memperkenalkan berbagai jenis bencana seperti banjir, gempa bumi, hingga angin puting beliung.

Tak hanya teori, siswa juga diajak melakukan simulasi. Saat sirene dibunyikan, anak-anak dengan sigap mempraktikkan cara menyelamatkan diri, mulai dari berlindung saat gempa hingga evakuasi ke tempat aman saat banjir.

Gelak tawa sesekali terdengar saat simulasi berlangsung, namun di balik itu terselip pesan penting tentang keselamatan.

Metode pembelajaran yang interaktif membuat siswa lebih mudah memahami dan mengingat langkah-langkah yang harus dilakukan saat kondisi darurat.

Salah seorang siswa mengaku senang bisa ikut kegiatan tersebut. 

“Seru, jadi tahu kalau gempa harus lindungi kepala dan cari tempat aman,” ucapnya polos.

Pihak BPBD berharap kegiatan ini mampu menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved