Berita Medan

BMKG Jelaskan Penyebab dan Mitigasi Banjir Rob di Medan, Warga Diimbau Tidak Panik

Ia menegaskan bahwa siklon tropis Senyar telah punah dan tidak lagi berdampak pada wilayah Indonesia.

IST/istimewa
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Rizki Fadhilah menjelaskan  banjir rob terjadi akibat naiknya air laut ke daratan karena gaya tarik gravitasi bulan. Kamis (4/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, BELAWAN- Stasiun Meteorologi Maritim Belawan mengonfirmasi bahwa banjir rob dari genangan akibat air laut pasang yang melanda sejumlah wilayah pesisir Medan disebabkan oleh fenomena alam bulan purnama, bukan dampak dari siklon tropis Senyar.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Rizki Fadhilah, menjelaskan bahwa banjir rob terjadi akibat naiknya air laut ke daratan karena gaya tarik gravitasi bulan. 

"Saat ini posisi sedang bulan purnama, sehingga gaya gravitasi tarik bulannya cukup tinggi," ucapnya, Kamis (4/12/2025).

Ia menegaskan bahwa siklon tropis Senyar telah punah dan tidak lagi berdampak pada wilayah Indonesia.

Baca juga: Rute dari Sibolga Menuju Padang Sidimpuan Sudah Bisa Dilalui, Tapi Masih Dipenuhi Lumpur

Baca juga: Korban Jiwa Banjir Medan akan Terima Santunan Kemensos, Keluarga Harap Segera

Baca juga: Putra Asisten Pelatih PSMS Legimin Rahardjo, Raditya Resmi Dipanggil Ikuti Seleksi Timnas U-20

Menurutnya, kedua fenomena tersebut berbeda. 

"Siklon Senyar diakibatkan dinamika atmosfer, sedangkan banjir rob diakibatkan naiknya air laut," katanya.

Rizki memaparkan bahwa puncak banjir rob diperkirakan terjadi pada tanggal 1 hingga 9 Desember 2025, dengan waktu kejadian antara sekitar pukul 23.00 hingga 04.00 WIB. 

Ketinggian air laut diprediksi mencapai 2,3 hingga 2,7 meter dari titik surut terendah.

"Artinya bukan berarti banjir di darat setinggi 2,7 meter. Itu dihitung dari surut terendah di laut," ujarnya.

Menurutnya, wilayah pesisir yang diperkirakan terdampak adalah tiga kecamatan di Kota Medan, yaitu, Kecamatan Medan Belawan, Kecamatan Medan Labuhan, Kecamatan Medan Marelan.

Dampak yang diperkirakan terjadi antara lain terganggunya aktivitas masyarakat di wilayah terdampak, gangguan transportasi, serta terganggunya aktivitas bongkar muat di pelabuhan.

Baca juga: KLASEMEN Grup A Liga Nusantara Usai PSDS Deli Serdang Telan Kekalahan, Nusantara United di Puncak

Baca juga: PSDS Deliserdang Takluk 1-5 dari Nusantara Lampung di Laga Perdana Liga Nusantara 2025/2026

Baca juga: Menteri ESDM dan Dirut Pertamina Tinjau Ketersediaan Energi di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Rizki memberikan langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan warga yakni:

1. Mengecek informasi resmi dari BMKG secara berkala.

2. Menaikkan atau mengevakuasi barang-barang, terutama elektronik, yang berada di bagian bawah rumah ke tempat yang lebih tinggi.

3. Berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mengetahui titik-titik rawan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved