Banjir dan Longsor di Sumut

Listrik di Medan Marelan dan Utara Padam setelah Banjir, Wali Kota: Ada 5 Gardu Induk PLN yang Rusak

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan,  lima gardu induk PLN di area Medan Utara dan Medan Marelan rusak.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
BANJIR DI MEDAN - Wali Kota Medan Rico Waas saat diwawancarai di Rumah Dinasnya, Sabtu (29/11/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan,  lima gardu induk PLN di area Medan Utara dan Medan Marelan rusak.

Hal ini terjadi karena banjir yang terjadi selama tiga hari berturut-turut. Akibatnya listrik di area tersebut padam

Dikatakannya, untuk daerah Medan Utara seperti Medan Labuhan, Deli dan Belawan sudah mulai dalam perbaikan 

Namun, kata Rico, untuk di Medan Marelan masih belum bisa diperbaiki karena kondisi area masih banjir.

"Tadi kami rapat dengan PLN, ada 5 gardu induk yang terkena atau rusak. Menyebabkan listrik padam di Medan Utara dan Marelan," jelasnya, Sabtu (29/11/2025).

Rico memastikan, pihak PLN mulai melakukan perbaikan hari ini untuk di Medan Utara. 

"Kalau Medan Marelan kita mulai perbaiki apabila  air sudah surut segera diperbaiki," Katanya.

Saat ini, pihaknya pun fokus untuk mengevakuai dan memberikan bantuan logistik ke Medan Marelan.

"Tadi malam hingga saat ini kami juga memberikan instruksi bagian wilayah terdampak banjir untuk  fokus evakuasi dan logistik di Medan Marelan hari ini," ucapnya. (Cr5/tribun-medan.com)

Sebelumnya dibertakan, meski bantuan telat, warga Pasar I-V Terjun harus bersyukur keluarganya selamat. Banjir sejak 27-29 November 2025 merendam ratusan rumah di Kompleks Griya Bestari Permai, Kelurahan Terjun, Marelan.

Kisah warga begitu memilukan, saat air naik tiba-tiba tengah malam, tak ada bantuan. Tak ada perahu karet, sebagian besar warga terpaksa menyusuri banjir seleher tengah malam menyelamatkan keluarga dan bayi-Bayu ke jalan yang lebih tinggi. 

"Malam habis semua gak sempat menyelamatkan barang. Terisolasi di kompleks. Gak ada pertolongan malam itu hingga hari kedua," kata Ina menitikkan air mata. 

Informasi dihimpun Tribun-Medan.com, saat mulai puncak banjir 27-28 November 2025, pihak pemerintah melakukan evakuasi di Johor, Medan Labuhan, Helvetia. Baru hari Sabtu dinihari perahu karet BPBD datang melihat ratusan rumah di kompleks Griya Bestari tenggelam. 

Yono mengatakan, dampak banjir ke setiap rumah di kompleks Griya Bestari yang tenggelam hingga seleher orang dewasa mencapai kerugian ratusan juta. Mobil, sepeda motor, surat berharga gak bisa diselamatkan. 

"Mobil, motor-motor warga berkas berharga surat-surat penting tenggelam. Gak ada yang menyangka banjir kali ini seleher di dalam rumah. Kerugian ratusan hingga 200 juta. Yang paling sedih kita gak ada yang menolong dan bantuan. Gak ada yang nyangka kompleks sudah tenggelam parah. Ini terparah sepanjang sejarah, saya sudah 25 tahun lebih disini," katanya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved