Banjir dan Longsor Tapteng
Cerita Keluarga Korban Banjir di Tapteng, Rosma Zebua: Pokoknya Kalian Berdoa Saja Buat Kami
Rosmawati bercerita, ia terakhir menghubungi keluarganya, melalui video call pada Selasa (25/11/2025) pukul 10.00 WIB kemarin.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Suara berat sambil menahan tangis Rosmawati Zebua (30) terdengar keras, karena dirinya sedang cemas dan menanti kabar dari keluarganya yang terkena musibah bencana banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Diceritakan warga Asal Tapteng yang berdomisili di Jakarta ini menceritakan, dirinya merupakan keluarga dari video korban banjir yang terjebak di hutan yang viral di sosial media.
Melalui via sambungan telpon, Rosmawati bercerita, ia terakhir menghubungi keluarganya, melalui video call pada Selasa (25/11/2025) pukul 10.00 WIB kemarin.
Saat video call itu, tujuh keluarganya sudah berada di perbukitan dan hutan-hutan dekat Aek Saeli, Desa Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Namun karena kondisi cuaca hujan, dan sinyal tidak memadai serta handphone keluarganya sudah kena air hujan, membuat suara dari keluarganya tak begitu jelas.
Selain itu, telpon dengan keluarganya pun terputus secara tiba-tiba membuat rasa khawatirnya semakin menjadi-jadi.
Sambil menahan tangis, Rosma mengatakan, itulah video call terakhirnya bersama keluarga.
"Video yang viral itu adalah keluarga saya. Ada tujuh orang di sana. Termasuk mamak saya. Kami terakhir Video Call pukul 09.30 WIB. Itu memang posisi mereka sudah di atas (di hutan). Tapi karena jaringan jelek, jadi terputus. Terakhir mereka kirim video yang isinya minta tolong. Karena khawatir saya share video itu,"jelasnya.
Diceritakannya lebih lanjut, pada pukul 10.30 WIB kemarin, keluarganya mengirim video mereka meminta tolong.
Lalu, ia pun membagikan video itu ke sosial media pribadinya dan viral.
Dijelaskannya, yang membuatnya merasa khawatir, sebab posisinya saat ini sedang berada di Jakarta.
"Bayangkan semua keluarga saya, ada mamak, adik saya cowo satu, cewe satu, abang saya bersama istrinya dan dua orang anaknya itu di Sibolga semua. Dan itu kemarin saya video call sama mamak dan adik saya,"ucapnya.
Dikatakannya, sebelum menghilang memang daerah tempat tinggalnya, sudah diberi arahan oleh pemerintah setempat akan ada longsor di daerahnya.
"Sebelumnya memang orang itu dari malam minggu mereka sudah tidur di gereja. Karena BPBD Tapteng sudah menginfokan bakalan terjadi longsor," ucapnya.
Namun, kejadian longsor ini, kata Rosmawati sudah sering terjadi. Namun, mereka tak menyangka kejadiannya bakal sebesar ini.
| Tangis Yustina Pecah Karena Sudah Dua Minggu Tak Bisa ke Gereja: Baju Habis, Rumah Hancur |
|
|---|
| UPDATE Penanganan Bencana di Tapanuli Tengah 7 Desember: Meninggal Dunia 102 Orang, 33 Masih Hilang |
|
|---|
| Banjir di Hutanabolon Tapteng Datang Seperti Tsunami, Menyambut Natal Dengan Air Mata |
|
|---|
| Masih Banyak Korban Hilang, Bupati Tapteng Masinton: Alat Berat Kita Terbatas, Butuh Bantuan Pusat |
|
|---|
| 10 Jam Joni dan Andre Berjalan Kaki ke Pandan Ambil Obat-obatan untuk Dibawa ke Hutanabolon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Viral-di-Medsos-korban-Banjir-dan-Longsor-di-Tapteng_.jpg)