Banjir dan Longsor Tapteng
Cerita Keluarga Korban Banjir di Tapteng, Rosma Zebua: Pokoknya Kalian Berdoa Saja Buat Kami
Rosmawati bercerita, ia terakhir menghubungi keluarganya, melalui video call pada Selasa (25/11/2025) pukul 10.00 WIB kemarin.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
"Mereka mikirnya sebelumnya pernah hujan seperti ini, banjir dan longsor juga. Cuman enggak mikir kejadiannya seperti ini," katanya.
Dikarenakan, gereja tempat mereka berteduh itu sudah rata dengan air, akhirnya mereka memutuskan ke hutan.
"Memang tempat kami tinggal di Desa Hutanabolon, Kampung Baru Lingkungan 4 ini dekat dengan sungai. Jadi mereka ini disebarang dekat dengan sungai. Tapi saat banjir bandang mereka sudah gak bisa nyebrang lagi. Jadi satu satunya cara lari ke atas (hutan),"jelasnya.
Dikatakannya, kata-kata dari keluarganya yang masih terus teringat hingga saat ini, mereka yang sedang kelarapan.
"Mereka minta tolong kami belum makan ini, pergi dari pagi. Pokoknya kalian berdoa saja buat kami. Kalaupun nanti kita enggak ketemu. Itulah. Kalaupun kami enggak ada kabar, mungkin kami sudah ini katanya. Mereka mengasih info sama kami,"ucapnya menahan tangis.
Dilanjutkannya, keluarganya tersebut hanya video call untuk memberitahu mereka sudah tidak di tempat pengungsian
"(Kata mereka), Ini kami sudah mengungsi ya udah enggak di rumah lagi. Soalnya kami banjir bandang sudah menghadang semua sudah tenggelam seperti lautan, makanya kami lari ke atas tanpa bawa satu apapun. Cuman bawa badan,"ucapnya.
Kini, tak ada yang banyak dilakukan pihaknya selain menunggu kabar dari pemerintah dan berdoa sebanyak-banyaknya
"Iya saya sudah berulang kali menghubungi basarnas dari kemarin. Itu sejak di hutan. Untuk membantu mereka. Tapi alasannya menunggu dulu. Karena, memang akses di sana sudah cukup parah dan tidak bisa dilewati,"katanya.
Diakuinya, dalam video yang viral itu, bukan hanya keluarganya. Tetapi ada 50 orang lain yang berada di hutan tersebut.
"Kalau dari video yang adik saya kirim sekitar 50 orang. Harapan saya semoga cepat dievakuasi mereka. Karena mereka sudah kelaparan, kedinginan, dan tidak ada stok makanan. Dengar kabarnya saja saya sudah cukup senang," ucapnya dengan penuh harap.
Sebelumnya, viral di sosial media video sejumlah korban bencana alam di Tapteng terlihat sedang berada di pertengahan hutan.
Dalam video itu terlihat korban banjir Cemas dan meminta pertolongan
"Pak bupati tolong kami dulu di sini. Kami sudah di tengah hutan ini. Kiri kanan sudah longsor pak bupati. Enggak ada lagi jalan keluar,"ucap seorang laki-laki dalam video itu.
Selain itu, seorang wanita tua juga terlihat meminta tolong.
| Tangis Yustina Pecah Karena Sudah Dua Minggu Tak Bisa ke Gereja: Baju Habis, Rumah Hancur |
|
|---|
| UPDATE Penanganan Bencana di Tapanuli Tengah 7 Desember: Meninggal Dunia 102 Orang, 33 Masih Hilang |
|
|---|
| Banjir di Hutanabolon Tapteng Datang Seperti Tsunami, Menyambut Natal Dengan Air Mata |
|
|---|
| Masih Banyak Korban Hilang, Bupati Tapteng Masinton: Alat Berat Kita Terbatas, Butuh Bantuan Pusat |
|
|---|
| 10 Jam Joni dan Andre Berjalan Kaki ke Pandan Ambil Obat-obatan untuk Dibawa ke Hutanabolon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Viral-di-Medsos-korban-Banjir-dan-Longsor-di-Tapteng_.jpg)