Perjalanan Pelangi Ishak Menata Prestasi di Usia Muda

Menurutnya, seorang model juga dituntut memiliki sikap dan tanggung jawab atas citra yang dibangun di hadapan publik.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
IST
Nurhalimah Pelangi Ishak. Di usianya yang masih belia, siswi SMA Negeri 1 Sunggal ini berhasil menorehkan berbagai prestasi, mulai dari dunia akademik, modelling, hingga kegiatan edukasi sosial. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nama Nurhalimah Pelangi Ishak mulai dikenal luas di kalangan remaja Sumatera Utara. Di usianya yang masih belia, siswi SMA Negeri 1 Sunggal ini berhasil menorehkan berbagai prestasi, mulai dari dunia akademik, modelling, hingga kegiatan edukasi sosial.

Perjalanan Pelangi di dunia modelling ternyata bukan sesuatu yang instan. Ketertarikannya sudah tumbuh sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Ia mengaku sejak kecil kerap mengikuti lomba fashion show yang menjadi fondasi awal kariernya di panggung.

“Dari TK sudah suka ikut fashion show. Memang dari kecil sudah tertarik tampil di depan orang banyak,” ujarnya.

Bagi Pelangi, modelling bukan sekadar soal penampilan atau berjalan di atas catwalk. Ia memandang dunia tersebut sebagai ruang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan konsistensi dalam menjaga diri.

Menurutnya, seorang model juga dituntut memiliki sikap dan tanggung jawab atas citra yang dibangun di hadapan publik.

“Kalau modelling itu orang banyak melihat kita. Jadi tidak bisa sembarangan. Harus bisa menjaga diri dan konsisten. Selama hal itu positif dan membawa manfaat, kenapa tidak dijalani,” katanya.

Baca juga: SOSOK Michael Octavian, Dulu Manusia Silver, Kini Jadi Model Profesional Berpenghasilan Besar

Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, Pelangi merasakan perubahan cara pandang terhadap prestasi. Jika dulu mengikuti lomba hanya untuk meraih kemenangan dan hadiah, kini ia melihat gelar juara sebagai amanah yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Hal itu semakin ia rasakan setelah meraih gelar Winner Miss Modelling Indonesia 2025. Menurutnya, kemenangan bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu pembuka untuk mengembangkan diri dan memberi dampak bagi lingkungan sekitar.

“Kita tidak bisa hanya mendapatkan gelar saja. Tapi harus ada konsistensi dan bagaimana memanfaatkan kesempatan itu. Kalau hanya punya nama tanpa bisa dikembangkan, rasanya sayang,” ungkapnya.

Prestasi tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai brand serta memperluas jaringan di dunia public speaking dan influencer.

Pelangi mengaku tahun 2025 menjadi momentum penting dalam hidupnya karena mulai dikenal lebih luas berkat capaian yang diraih.

Selain modelling, Pelangi juga aktif sebagai Top Putri Hijab Influencer Sumatera Utara 2025. Dalam ajang tersebut, ia dipercaya menjadi Ketua Bidang Edukasi, sebuah peran yang justru membuatnya semakin menemukan makna prestasi yang sesungguhnya.

Melalui bidang edukasi, Pelangi bersama tim rutin mengunjungi sekolah hingga panti asuhan untuk menggelar seminar pengembangan diri.

Materi yang disampaikan beragam, mulai dari tips percaya diri, keberanian keluar dari zona nyaman, hingga pentingnya membangun potensi sejak dini.

“Alhamdulillah selama 2025, program kerja di bidang edukasi yang Pelangi pimpin termasuk yang paling banyak terlaksana. Kita datang ke SMP-SMP, berbagi pengalaman dan motivasi,” ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved