Perjalanan Pelangi Ishak Menata Prestasi di Usia Muda

Menurutnya, seorang model juga dituntut memiliki sikap dan tanggung jawab atas citra yang dibangun di hadapan publik.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
IST
Nurhalimah Pelangi Ishak. Di usianya yang masih belia, siswi SMA Negeri 1 Sunggal ini berhasil menorehkan berbagai prestasi, mulai dari dunia akademik, modelling, hingga kegiatan edukasi sosial. 

Ia menilai, kesempatan menjadi influencer seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk popularitas semata. Pelangi menyayangkan masih banyak generasi muda yang belum maksimal menggali potensi diri meski sudah memiliki panggung dan peluang.

“Padahal kesempatan itu ada. Tinggal bagaimana kita mau menggali kemampuan yang sudah kita punya,” katanya.

Meski aktif di media sosial, Pelangi mengaku tidak terlalu terpengaruh komentar negatif. Baginya, perbedaan pandangan adalah hal wajar selama seseorang tetap fokus pada tujuan dan proses yang dijalani.

“Pasti ada saja orang yang tidak suka dengan pencapaian kita. Tapi itu bukan alasan untuk berhenti,” ucapnya.

Di balik kesibukan di dunia modelling dan kegiatan sosial, Pelangi dikenal sebagai siswa berprestasi. Ia kerap meraih juara umum selama bersekolah di SMA. Bahkan, ia sempat mendapatkan golden ticket untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Namun kesempatan tersebut terpaksa dilepas karena pertimbangan keluarga.

“Orangtua tidak mengizinkan karena saya anak perempuan satu-satunya. Jadi akhirnya memilih tetap di Sumatera Utara,” katanya.

Menyeimbangkan Prestasi Religi dan Modelling

Selain aktif di dunia modelling dan edukasi, Pelangi juga menorehkan prestasi di bidang religi melalui cabang Syarhil Qur’an.

Kemampuan tersebut ternyata sudah diasah sejak duduk di bangku SMP. Ia mengaku sejak kecil terbiasa tampil berpidato sehingga memiliki dasar kuat dalam berbicara di depan umum.

Saat mengikuti lomba Syarhil antar sekolah di SMP, Pelangi bersama tim berhasil meraih harapan satu sebelum akhirnya sempat terhenti di tingkat kecamatan.

Kesempatan kembali datang ketika Pelangi duduk di bangku SMA. Dengan bimbingan pelatih dan latihan intensif selama tiga bulan, ia berhasil meraih juara pertama dalam ajang Syarhil Qur’an tingkat kabupaten.

Prestasi itu kembali berlanjut pada kompetisi berikutnya di tahun ini, di mana ia kembali dipercaya mewakili tim dan meraih juara. Bagi Pelangi, pengalaman di bidang keagamaan menjadi bekal penting yang membentuk karakter serta kepercayaan dirinya.

Menariknya, Pelangi melihat tidak ada pertentangan antara aktivitas modelling dengan keterlibatannya di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Ia justru berupaya memadukan keduanya dengan tetap menjaga nilai yang diyakini.

Dalam memilih kerja sama brand, Pelangi mengaku lebih selektif dan cenderung memilih busana muslim atau hijab yang sesuai dengan identitasnya sebagai Putri Hijab Influencer Sumatera Utara.

“Modeling itu tidak harus selalu identik dengan hal yang negatif. Kita bisa tetap berkarya dan tampil, tapi juga menjaga batasan. Jadi kita harus bisa mengatur mana yang sesuai dengan prinsip kita,” ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved