Breaking News

Kesehatan

Hantavirus Belum Ada Obatnya, Medis Pakai Ribavirin untuk Pertolongan Pertama

Medis menggunakan obat Robavirin sebagai pertolongan pertama pada penanganan Hantavirus atau virus Hanta.

Tayang:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Gemini AI
VIRUS- Ilustrasi penyebaran Hantavirus atau virus Hanta yang mematikan. 

Ringkasan Berita:
  • Wabah Hantavirus kini tengah jadi perbincangan masyarakat dunia, karena sudah menimbulkan korban
  • Walaupun belum ada obatnya, dunia medis menyarankan penggunaan obat Ribavirin sebagai pertolongan awal menghempang penyebaran virus
  • Hal lain yang bisa dilakukan adalah senantiasa menggunakan masker

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Merebaknya wabah Hantavirus atau virus Hanta hingga menewaskan tiga penumpang kapal pesiar ekspedisi MV Hondius berbendera Belanda menggemparkan masyarakat dunia.

Hingga saat ini, virus Hanta tersebut belum ada obatnya.

Virus ini mirip dengan flu.

Baca juga: Wanita Pilih Akhiri Hidup setelah Mantan Tunangannya Suntikkan Virus HIV

Penderita akan mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan muntah.

Pada kasus yang lebih berat, penderita akan mengalami gangguan pernapasan berat yang dapat mengancam jiwa.

Tidak hanya itu, ada juga yang akan mengalami gangguan ginjal, perdarahan, dan penurunan fungsi ginjal.

Meski belum ada obatnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan masyarakat jika terpapar virus Hanta.

Baca juga: Infeksi Virus Nipah Menyerang Organ Apa Saja? IDI: Jangan Makan Daging yang Aneh-aneh

VIRUS HANTA- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat ada delapan kasus virus Hanta per 19 Juni 2025 di empat provinsi yang ada di Indonesia. Ilustrasi ini dibuat menggunakan aplikasi kecerdasan buatan atau AI, Senin (23/6/2025).
VIRUS HANTA- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat ada delapan kasus virus Hanta per 19 Juni 2025 di empat provinsi yang ada di Indonesia. Ilustrasi ini dibuat menggunakan aplikasi kecerdasan buatan atau AI, Senin (23/6/2025). (ChatGPT/Tribun-medan.com)

Penggunaan Obat Ribavirin

Dikutip dari laman Honest Doc, bagi mereka yang terpapar Hantavirus bisa diberikan obat Ribavirin.

Ribavirin adalah obat antivirus yang bekerja dengan cara menghambat proses penggandaan virus di dalam tubuh, sehingga penyebaran infeksi dapat dibatasi dan sistem kekebalan tubuh memiliki kesempatan untuk melawan penyakit tersebut.

Baca juga: Penyebab Super Flu Virus Meningkat, dan Cara Mencegahnya

Obat ini hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter dan tidak boleh dibeli atau dikonsumsi secara bebas.

Penggunaan

  • Secara umum obat ini digunakan untuk mengobati infeksi virus tertentu, seperti hepatitis C (biasanya dikombinasikan dengan obat lain), infeksi virus penyebab radang saluran napas, serta sejumlah demam berdarah akibat virus, termasuk infeksi hantavirus pada tahap awal.
  • Untuk kasus Hantavirus, penggunaannya lebih efektif pada jenis penyakit yang menyerang ginjal, dan hasilnya bervariasi tergantung pada jenis virus dan kondisi pasien.

Baca juga: Diduga Terjangkit Virus ASF, Balai Veteriner Medan Cek Langsung ke Peternakan Warga

Bentuk dan Cara Penggunaan

  • Tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, serbuk untuk dihirup, atau cairan suntik. Cara penggunaan dan dosisnya ditentukan oleh dokter berdasarkan jenis penyakit, berat badan, serta kondisi kesehatan pasien.

Efek Samping

  • Beberapa efek samping yang mungkin muncul meliputi rasa lelah berlebihan, sakit kepala, demam, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan nyeri otot. Dalam kasus tertentu, obat ini juga dapat menurunkan jumlah sel darah merah, sehingga menyebabkan anemia.

Baca juga: Mengenal Virus Hanta, Asal Usul, Gejala dan Cara Pencegahannya

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Obat ini berbahaya bagi janin, sehingga tidak boleh digunakan oleh wanita hamil atau pasangan wanita yang sedang hamil. Selama pengobatan dan dalam jangka waktu tertentu setelahnya, pasien dan pasangannya wajib menggunakan cara pencegahan kehamilan yang efektif.
  • Tidak disarankan bagi orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti gangguan fungsi hati parah, gangguan darah tertentu, atau alergi terhadap bahan obat ini.

Cara Pengobatan dan Pencegahan

Hingga kini belum ada obat spesifik atau vaksin untuk virus Hanta, sehingga pengobatan bersifat suportif dan simptomatik, termasuk perawatan intensif untuk pasien dengan gangguan pernapasan atau ginjal berat.

Baca juga: Gejala Influenza A, Virus yang Menyebar saat Bersin, Batuk atau Bicara, Situasi Terkini di Indonesia

Pencegahan utama meliputi:

  • Menghindari kontak dengan tikus dan hewan pengerat lain

  • Menjaga kebersihan lingkungan dan rumah

  • Menggunakan alat pelindung diri (masker, sarung tangan) saat membersihkan area yang mungkin terkontaminasi tikus

  • Membersihkan kotoran tikus dengan disinfektan

  • Mengelola sampah dengan baik agar tidak menarik tikus

(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved