Kesehatan
Waspada! Kebiasaan Kurang Tidur Bisa Memicu Penyakit Berbahaya Ini
Jurnal ilmiah Journal of Clinical Sleep Medicine menyebutkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan Alzheimer.
TRIBUN-MEDAN.COM,- Kebiasaan kurang tidur sering dialami masyarakat kekinian.
Kesibukan pekerjaan, tuntutan tugas kuliah, hingga aktivitas lain di luar jam kerja membuat banyak orang mengorbankan waktu istirahatnya.
Tidak sedikit pekerja yang harus menyelesaikan target hingga larut malam, sementara mahasiswa kerap begadang untuk mengerjakan tugas atau belajar menjelang ujian.
Baca juga: Apa Itu Rukyatul Hilal? Ini 96 Titik Pemantauan Hilal di Indonesia, 2 Ada di Sumut
Kondisi ini membuat waktu tidur berkurang dan perlahan menjadi kebiasaan yang dianggap biasa.
Selain karena kesibukan, kebiasaan kurang tidur juga sering dipicu oleh pola hidup yang kurang sehat.
Penggunaan gawai hingga larut malam, menonton film, bermain gim, atau sekadar berselancar di media sosial membuat seseorang menunda waktu tidur.
Tanpa disadari, kebiasaan ini terus berulang hingga akhirnya tubuh terbiasa tidur dalam waktu yang sangat terbatas.
Baca juga: Perjuangan Melawan Penyakit Hati Kronis, Bintoro Terima Klaim Rp 5,8 Miliar dari Generali
Padahal, tubuh manusia membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar dapat memulihkan energi setelah beraktivitas seharian.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, kurang tidur dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Kebiasaan ini diketahui dapat menurunkan daya tahan tubuh, membuat konsentrasi menurun, serta meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.
Baca juga: Gigitan Nyamuk Bukan Sekadar Gatal: Ini 5 Penyakit Serius yang Bisa Terjadi
Beberapa gangguan kesehatan bahkan dapat muncul ketika tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup secara terus-menerus.
Dilansir dari Kompas.com, bahwa kebiasaan kurang tidur dapat menimbulkan masalah pada otak.
Sebuah studi tahun 2025 yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa rendahnya kualitas tidur, khususnya pada fase tidur nyenyak dan fase REM, berkaitan dengan perubahan pada struktur otak yang berhubungan dengan Alzheimer.
Baca juga: Warga Pengungsi di Batangtoru Mulai Terserang Penyakit, Kondisi Diperparah Krisis Air Bersih
Alzheimer adalah jenis demensia progresif yang menyebabkan penurunan fungsi otak, terutama ingatan, berpikir, dan perilaku.
Penyakit ini membuat sel-sel otak rusak dan mati secara bertahap, sehingga otak menyusut dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kurang-tidur-akibat-aktivitas.jpg)