Kesehatan
Penyebab Super Flu Virus Meningkat, dan Cara Mencegahnya
Peningkatan kasus influenza yang signifikan mencapai angka 38 persen awal Oktober 2025, sangat dipengaruhi oleh faktor perubahan musim.
Ringkasan Berita:
- Peningkatan kasus influenza dipengaruhi oleh perubahan musim, terutama saat suhu udara lebih dingin dan memasuki musim hujan
- Pola musiman influenza bersifat tahunan, dengan lonjakan kasus yang umumnya berlangsung hingga awal tahun berikutnya
- Faktor lingkungan dan aktivitas sosial turut mempercepat penyebaran virus, seperti kepadatan orang di ruang publik dan buruknya kualitas polusi udara
TRIBUN-MEDAN.COM,- Masyarakat dunia, khususnya di Indonesia tengah ramai membahas kemunculan super flu virus.
Super flu virus merujuk pada varian agresif dari virus influenza A (H3N2) subclade K.
Di Indonesia, virus ini ternyata sudah mulai terdeteksi sejak Agustus 2025 kemarin.
Bahkan, penyebarannya sudah meluas ke delapan provinsi di Indonesia.
Baca juga: Gejala Influenza A, Virus yang Menyebar saat Bersin, Batuk atau Bicara, Situasi Terkini di Indonesia
Dari catatan Kementerian Kesehatan, wilayah yang jumlah kasusnya paling banyak itu adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Plt Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr Prima Yosephine mengatakan, sebagian besar kasus ditemukan pada perempuan dan kelompok usia anak.
Pertanyaannya, kenapa super flu ini meningkat dan menyebar secara signifikan?
Apakah faktor cuaca bisa mempengaruhi?
Baca juga: Menkes Sebut Virus Hanta Sudah Ditemukan di Sejumlah Provinsi di Indonesia, Ini Kata Dinkes Sumut
Penyebab Super Flu Meningkat Drastis
Dilansir dari Kompas.id, peningkatan kasus influenza yang signifikan sangat dipengaruhi oleh faktor perubahan musim.
Penularan virus influenza cenderung meningkat saat suhu udara menjadi lebih dingin, terutama ketika memasuki musim hujan.
Pola musiman ini merupakan siklus tahunan yang biasanya berlangsung hingga awal tahun berikutnya.
Baca juga: Kenali Apa Itu Virus Hanta, Terdeteksi di 4 Provinsi dengan Jumlah 8 Kasus
Selain faktor alam, kondisi lingkungan dan aktivitas sosial turut mempercepat penyebaran.
Kepadatan orang di luar rumah serta paparan polusi udara yang buruk dapat memperburuk risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). I
nteraksi yang tinggi antarindividu di ruang publik mempermudah droplet berisi virus berpindah dari satu orang ke orang lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/super-flu-virus-influenza-A.jpg)