Kesehatan

Infeksi Virus Nipah Menyerang Organ Apa Saja? IDI: Jangan Makan Daging yang Aneh-aneh

Infeksi virus Nipah pada manusia menginfeksi organ pernapasan, otak, ginjal, limpa, dan dapat menyebabkan kegagalan multiorgan.

Editor: Array A Argus
Pinterest/Vector Visions 2000
VIRUS NIPAH- Ilustrasi penyebaran infeksi virus Nipah pada manusia. 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Kesehatan RI langsung merespons isu penyebaran infeksi virus Nipah dengan mengeluarkan peringatan dini pada 13 Januari 2026 melalui situs infeksiemerging.kemkes.go.id untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat
  • Kemenkes mengeluarkan empat imbauan utama, yaitu tidak mengonsumsi buah bekas gigitan kelelawar, mencuci dan mengupas buah sebelum dimakan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat saat bepergian ke negara terjangkit

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Penularan dan penyebaran infeksi virus Nipah menjadi pembahasan serius masyarakat dunia.

Di Indonesia, kemunculan serta antisipasi penyebaran infeksi virus Nipah langsung direspon oleh Kementerian Kesehatan RI.

Sebagai langkah pencegahan, Kementerian Kesehatan RI melalui situs infeksiemerging.kemkes.go.id telah mengeluarkan peringatan dini terkait kasus virus Nipah di India pada 13 Januari 2026.

Baca juga: Pengobatan Awal Paparan Virus Nipah yang Mulai Menjangkit Secara Global

PENULARAN VIRUS- Ilustrasi upaya pencegahan penularan virus dengan pemakaian masker.
PENULARAN VIRUS- Ilustrasi upaya pencegahan penularan virus dengan pemakaian masker. (Pinterest)

Peringatan ini ditujukan agar masyarakat Indonesia lebih waspada terhadap potensi penularan virus tersebut.

Terdapat empat imbauan utama yang disampaikan Kemenkes kepada masyarakat.

Imbauan pertama adalah tidak mengonsumsi buah yang terlihat memiliki bekas gigitan kelelawar.

Hal ini penting karena kelelawar diketahui menjadi salah satu sumber penularan virus Nipah.

Baca juga: VIRUS LSD atau Kulit Berbenjol Serang Puluhan Sapi di Sergai, Belum Ada Obat dari Pemerintah

Imbauan kedua, masyarakat dianjurkan untuk selalu mencuci dan mengupas buah dengan bersih sebelum dikonsumsi.

Langkah sederhana ini bertujuan untuk mengurangi risiko virus yang mungkin menempel pada permukaan buah.

Selanjutnya, bagi masyarakat yang bepergian ke India atau negara lain yang terjangkit, disarankan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu, penting untuk mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti imbauan resmi dari pemerintah setempat.

Baca juga: Terjawab Mengapa Virus Hendra Lebih Berbahaya dari Covid-19| Gejala Virus Hendra

PENYEBARAN VIRUS- Ilustrasi penyebaran virus pada manusia.
PENYEBARAN VIRUS- Ilustrasi penyebaran virus pada manusia. (Pinterest/Carmen M)

Terakhir, Kemenkes mengingatkan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala virus Nipah.

Gejala tersebut antara lain demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, hingga penurunan kesadaran atau kejang dalam waktu 14 hari setelah kembali dari India.

Virus Nipah diketahui memiliki tingkat kematian cukup tinggi, yakni sekitar 40 hingga 75 persen, dan dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan atau manusia yang terinfeksi melalui cairan tubuh seperti droplet, urine, atau darah.

Baca juga: Obat Demam Paracetamol Mengandung Virus Berbahaya Mahupo? Inilah Penjelasan Ahli Farmasi

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved