Pemantauan Hilal

Apa Itu Rukyatul Hilal? Ini 96 Titik Pemantauan Hilal di Indonesia, 2 Ada di Sumut

Kementerian Agama (Kemenag) memastikan bahwa ada dua lokasi pemantauan hilal atau rukyatul hilal di Sumatera Utara.

Editor: Array A Argus
Dok/TRIBUN MEDAN
Petugas mengamati posisi hilal menggunakan teleskop di Kampus UMSU Pascasarjana di Jalan Denai Nomor 217, Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Minggu (10/3/2024). Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada Selasa (12/3/2024). 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Utara (Sumut) memastikan bahwa hari ini, Selasa (17/2/2026), ada dua lokasi pemantauan hilal atau rukyatul hilal di Sumut dalam menentukan puasa Ramadan.

Dua lokasi itu yakni Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Jalan Panglima Denai, Kota Medan.

Satu lagi ada di kawasan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kawasan itu merupakan wilayah berdekatan dengan pantai. 

Baca juga: Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarsyah Sediakan 800 Paket Berbuka Setiap Hari selama Ramadan

BUKA PUASA- Ilustrasi sebuah keluarga kecil saat melaksanakan buka puasa dalam suasana yang hangat.
BUKA PUASA- Ilustrasi sebuah keluarga kecil saat melaksanakan buka puasa dalam suasana yang hangat. (Pinterest/Pikbest | Graphic Design Templates)

“Untuk tahun ini tidak dilakukan di Anjungan Kantor Gubernur karena efisiensi,” kata Kepala Tim (Katim) Humas, Komunikasi Publik, Data, dan Informasi, Imam Mukhair, Selasa pada Tribun-medan.com.

Imam mengatakan, di OIF UMSU yang ada di lantai tujuh Gedung Pascasarjana UMSU, tim rukyatul hilal telah menyiapkan sejumlah peralatan pemantauan, di antaranya tiga teleskop jenis Bresser AR152, Bresser AR152S, dan William Optic FPL53, serta teropong binokular 70x10 guna mendukung akurasi pengamatan.

Sementara itu, berdasarkan perhitungan hisab BMKG, posisi hilal di Medan pada Selasa (17/2/2026) diprediksi berada pada ketinggian minus 1,02 derajat dengan sudut elongasi antara 1,25 hingga 1,53 derajat.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan dan Doa Berbuka Puasa Puasa Arab, Latin dan Artinya

Dengan posisi tersebut, hilal secara astronomis diperkirakan belum dapat terlihat karena masih berada di bawah ufuk.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan perbedaan awal Ramadan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Sementara itu, pemerintah bersama Nahdlatul Ulama berpotensi menetapkan awal Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026, karena posisi hilal pada 17 Februari belum memenuhi kriteria MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, sehingga bulan Syaban berpeluang digenapkan menjadi 30 hari.

Baca juga: Jadwal Puasa Muhammadiyah atau Awal Puasa Ramadhan 1447 Hijriah

SAHUR RAMADHAN- Ilustrasi pelaksanaan sahur Ramadhan bersama keluarga dalam suasana yang hangat.
SAHUR RAMADHAN- Ilustrasi pelaksanaan sahur Ramadhan bersama keluarga dalam suasana yang hangat. (Pinterest/Creative Market)

Keputusan resmi pemerintah terkait penetapan awal Ramadan akan diumumkan setelah pelaksanaan Sidang Isbat pada Selasa malam.

Di Indonesia, setidaknya terdapat 96 titik pemantauan di berbagai daerah.

Apa Itu Rukyatul Hilal?

Rukyatul hilal adalah metode pengamatan langsung terhadap hilal, yaitu bulan sabit tipis pertama yang muncul setelah konjungsi bulan dan matahari, untuk menentukan awal bulan Hijriah dalam kalender Islam.

Praktik ini dilakukan pada malam tanggal 29 bulan qamariyah, tepat setelah matahari terbenam, dan menjadi dasar penetapan hari raya seperti Ramadan atau Idulfitri.

Baca juga: Istiqomah Cinta, Sinetron Baru SCTV yang Siap Tayang Selama Bulan Ramadhan

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved