Kesehatan

Mengenal Virus Nipah yang Kini Bikin Khawatir Thailand, Belum Ada Vaksinnya

Virus Nipah adalah virus RNA berbahaya dari genus Henipavirus yang menyebabkan infeksi serius pada manusia dan hewan.

Editor: Array A Argus
Pinterest/Carmen M
PENYEBARAN VIRUS- Ilustrasi penyebaran virus pada manusia. 

Ringkasan Berita:
  • Virus Nipah merupakan virus RNA dari genus Henipavirus yang dapat menginfeksi manusia dan hewan
  • Virus ini pertama kali teridentifikasi pada 1998–1999 di Kampung Sungai Nipah, Malaysia, saat terjadi wabah pada peternak babi
  • Gejala awal infeksi meliputi demam, sakit kepala, batuk, nyeri otot, dan pneumonia. Dalam waktu 24–48 jam, kondisi dapat memburuk menjadi ensefalitis, kejang, koma, hingga kematian

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Kemunculan kasus Virus Nipah di India membuat Thailand memperketat pintu masuk ke negaranya, seperti Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang, Bangkok.

Virus Nipah adalah virus RNA berbahaya dari genus Henipavirus yang menyebabkan infeksi serius pada manusia dan hewan.

Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada 1998-1999 di Kampung Sungai Nipah, Malaysia, dari wabah pada peternak babi.

Baca juga: Penyebab Super Flu Virus Meningkat, dan Cara Mencegahnya

VIRUS- Ilustrasi virus yang dapat menjangkiti manusia.
VIRUS- Ilustrasi virus yang dapat menjangkiti manusia. (dreamstime)

Reservoir alamiahnya adalah kelelawar buah (famili Pteropodidae, genus Pteropus), yang bisa menularkannya ke hewan lain seperti babi sebagai inang perantara sebelum ke manusia.

Dilansir dari lama Alomedika, penularan utama Virus Nipah ini melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi (air liur, urine, darah), konsumsi daging setengah matang, atau buah terkontaminasi urine kelelawar.

Baca juga: Gejala Influenza A, Virus yang Menyebar saat Bersin, Batuk atau Bicara, Situasi Terkini di Indonesia

Virus juga menular antarmanusia via droplet pernapasan, cairan tubuh pasien, atau kontak dekat, meski jarang menyebar luas.

Beberapa sumber kesehatan menyebutkan, bahwa gejala awal paparan Virus Nipah ini mirip dengan flu, dimana penderitanya mengalami demam, sakit kepala, batuk, nyeri otot, hingga pneumonia.

Kondisi ini bisa memburuk jadi ensefalitis (radang otak), kejang, koma dalam 24-48 jam, dan kematian.

Baca juga: Kenali Apa Itu Virus Hanta, Terdeteksi di 4 Provinsi dengan Jumlah 8 Kasus

Dari catatan medis yang ada, Virus Nipah ini memiliki tingkat kematian tinggi (40-75 persen), dengan ribuan kasus tercatat di Asia seperti Malaysia, India, Bangladesh.

Ilustrasi penyebaran virus
Ilustrasi penyebaran virus (IRNA)

Belum Ada Vaksinnya

World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia mengklasifikasikan Virus Nipah ini sebagai priority pathogen karena potensi wabah dan dampaknya yang serius.

Infeksi Virus Nipah pada manusia dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut hingga ensefalitis fatal.

Baca juga: Ragnar Oratmangoen Absen Bela Timnas Indonesia, Dihantui Virus Misterius, Terakhir Main 2 Bulan Lalu

Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk virus Nipah.

Dalam berbagai wabah sebelumnya, tingkat kematian dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Perawatan Medis dan Prognosis Pasien Nipah

Perawatan medis untuk infeksi virus Nipah bersifat suportif karena belum ada antiviral spesifik atau vaksin yang tersedia hingga saat ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved