Medan Terkini

Menkes Sebut Virus Hanta Sudah Ditemukan di Sejumlah Provinsi di Indonesia, Ini Kata Dinkes Sumut

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan temuan kasus infeksi virus Hanta di beberapa Provinsi di Indonesia.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
ChatGPT
VIRUS HANTA-Menkes Klaim Virus Hanta yang Berasal dari Tikus Sudah Ditemukan di Sejumlah Provinsi di Indonesia, Selasa (8/7/2025). Namun, untuk Sumut sendiri belum ditemukan kasus tersebut. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan temuan kasus infeksi virus Hanta di beberapa Provinsi di Indonesia.

Seperti Provinsi Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara.

Namun, sejauh ini Menkes belum merinci secara detail jumlah kasus virus hanta di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumut Novita Saragih mengatakan, sejauh ini belum ada kasus penyakit virus hanta di Sumut. 

Dijelaskan Novita, Virus Hanta adalah penyakit zoonosis yang disebarkan oleh rodensia (hewan pengerat).

"Belum ditemukan adanya kasus Virus Hanta di Sumatera Utara. Namun demikian, pelaksanaan surveilans terus dilakukan mulai dari Tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga ke puskesmas serta bekerja sama dengan Promkes," jelasnya kepada Tribun Medan, Selasa (8/7/2025).

Dikatakannya, Penyebab penyakit Virus Hanta adalah virus dari genus Orthohantavirus. Tikus dan celurut menjadi penular utama penyakit ini.

 "Beberapa jenis Hanta Virus ditemukan pada kelelawar. Hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus Virus Hanta di Sumatera Utara," ucapnya.

Novi pun membeberkan secara rinci terkait gejala dan ciri-ciri orang terkena virus Hanta ini.

Dikatakannya, secara garis besar terdapat 2 jenis utama penyakit yang disebabkan oleh Virus Hanta, yaitu Sindrom Paru Hantavirus/Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal/Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). 

"Gejala yang dialami seseorang bergantung pada manifestasi klinis yang terjadi. Jika Gejala HPS seperti demam, nyeri badan, malaise (lemas), batuk, dan sesak napas," ucapnya.

Sedangkan gejala HFRS, kata Novi seperti demam, sakit kepala, nyeri badan, malaise (lemas), dan ikterik (jaundice/tubuh menguning)

"Hingga saat ini, di Indonesia hanya ditemukan kasus Hanta dengan manifestasi klinis berupa HFRS," katanya.
 
Novi pun membeberkan penanganan awal kepada pasien jika ditemukan kasus Virus Hanta di Sumut 

"Penanganan terhadap pasien difokuskan pada tindakan suportif untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi, karena belum ada pengobatan spesifik untuk infeksi Hanta Virus," tuturnya.

Diterangkannya, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan seluruh Puskesmas terkait edukasi penanganan penyakit hanta virus.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved