Sumut Terkini

Bank Sumut dan Perjalanan Rasa Aman Nasabah di Era Digital

Sebagai nasabah yang telah membuka rekening sejak 2014, ia merasa sudah waktunya beralih ke layanan digital agar transaksi sehari-hari lebih praktis.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
BANK SUMUT- Ilustrasi penggunaan layanan mobile banking Bank Sumut dalam aktivitas sehari-hari. Melalui sistem keamanan berlapis seperti verifikasi OTP, pemantauan transaksi real-time, serta perlindungan data nasabah, transaksi digital dapat dilakukan secara cepat, praktis, dan tetap aman kapan saja dan di mana saja. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Pagi itu, Eko Setiawan, seorang guru di SMP 14 Binjai itu melangkah masuk ke kantor Bank Sumut dengan satu tujuan sederhana, mengaktifkan layanan mobile banking.

Sebagai nasabah yang telah membuka rekening sejak 2014, ia merasa sudah waktunya beralih ke layanan digital agar transaksi sehari-hari lebih praktis.

Suasana kantor bank tidak terlalu ramai. Ia mengambil nomor antrean, lalu duduk menunggu sambil memperhatikan beberapa nasabah lain yang tampak berkonsultasi terkait layanan perbankan digital. Saat nomor antreannya dipanggil, ia menuju meja layanan customer service.

Di meja layanan itulah, untuk pertama kalinya ia mendapat penjelasan lengkap bukan hanya tentang cara menggunakan mobile banking, tetapi juga soal keamanan digital.

Petugas menjelaskan pentingnya menjaga kerahasiaan PIN dan OTP, risiko membagikan data pribadi, hingga kewaspadaan terhadap tautan atau aplikasi mencurigakan.

Bagi Eko, penjelasan tersebut menjadi pengalaman baru. Ia tidak hanya diajarkan cara menggunakan aplikasi, tetapi juga bagaimana melindungi dirinya sendiri sebagai pengguna layanan digital.

Bagi Eko, penggunaan mobile banking bukan lagi sekadar soal kemudahan transaksi, tetapi juga tentang membangun kebiasaan baru dalam menjaga keamanan data pribadi.

Transformasi layanan digital perbankan tidak hanya mengubah cara bertransaksi, tetapi juga cara nasabah mengelola waktu dan aktivitas harian.

Eko mengaku, sebelum menggunakan layanan mobile banking, aktivitas transaksi perbankan membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

Setiap proses penarikan maupun transfer mengharuskannya datang langsung ke bank atau menggunakan ATM.

“Kalau dulu sebelum pakai mobile banking, waktu saya pasti banyak tersita untuk transaksi. Harus ke bank atau ke ATM. Tapi setelah ada mobile banking, waktu lebih efisien, hemat energi, bahkan hemat biaya transportasi,” ujarnya.

Meski demikian, di tengah kemudahan transaksi digital, kekhawatiran terhadap kejahatan digital tetap menjadi perhatian. Namun selama menggunakan layanan mobile banking Bank Sumut, ia mengaku merasa aman.

“Sampai sekarang selama saya pakai mobile banking, saya merasa aman. Tidak ada masalah,” katanya.

Menurutnya, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama dengan banyaknya aplikasi yang berpotensi mengakses data pribadi.

“Saya sekarang kalau mau install aplikasi baru, saya cari tahu dulu. Takut ada aplikasi yang bisa akses data pribadi,” tambahnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Tags
Bank Sumut
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved