Sumut Terkini
LAGI Jaksa Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Kontrak Pekerjaan Fiktif Dinas Pertanian Binjai
Sedangkan itu sebelum dilakukan penahanan, terlebih dahulu tersangka Suko Hartono dilakukan pemeriksaan kesehatan.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI- Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai kembali menahan Suko Hartono salahsatu tersangka pada dugaan tindak pidana korupsi pembuatan kontrak atas pekerjaan fiktif pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai tahun 2022-2025.
Penahanan tersangka berdasarkan surat perintah penahanan nomor : Prin-692/L.2.11./Fd.2/04/2026.
Tersangka Suko Hartono merupakan salahsatu dari lima tersangka pada dugaan tindak pidana korupsi pembuatan kontrak atas pekerjaan fiktif pada Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Binjai.
Di mana sebelumnya kejaksaan juga telah menetapkan dan menahan tersangka lain yaitu, eks Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Binjai, Ralasen Ginting, dan Asisten II Pemko Binjai, Joko Waskitono
Artinya sudah tiga orang tersangka yang ditahan Kejaksaan Negeri Binjai. Sementara dua orang tersangka lainnya atasnama Agung Ramadhan dan Dodi Alfayed belum ditahan jaksa, karena mangkir dari panggilan penyidik.
Gitupun penyidik akan melakukan panggilan kembali terhadap kedua tersangka yang belum ditahan, sebelum nantinya dijemput paksa.
"Diketahui peran tersangka Suko Hartono dalam dugaan tindak pidana korupsi ini sebagai perantara dalam mencari penyedia atau kontraktor," ujar Kasi Intel Kejari Binjai, Ronald Reagan Siagian, Selasa (7/4/2026).
Lanjut Ronald, tersangka Suko bersama Ralasen dan Joko Waskitono menawarkan kegiatan pekerjaan tersebut kepada penyedia atau kontraktor dengan meminta uang tanda jadi atau biaya pembuatan kontrak.
Selanjutnya atas permintaan uang tersebut, penyedia atau kontraktor memberikan uang kepada Ralasen dan Joko Waskitono melalui transfer kepada Suko Hartono.
"Perbuatan tersangka Suko Hartono disangkakan dengan Pasal 15 Jo Pasal 12 huruf E Undang-undang RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," kata Ronald.
"Atau kedua Pasal 15 Jo Pasal 12 B Undang-undang RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undangundang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Atau Ketiga Pasal 15 Jo Pasal 9 Undang-undang RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Korupsi," sambungnya.
Sedangkan itu sebelum dilakukan penahanan, terlebih dahulu tersangka Suko Hartono dilakukan pemeriksaan kesehatan.
"Hasilnua tersangka dalam keadaan sehat jasmani dan rohani sehingga layak dilakukan penahanan," kata Ronald.
Saat ini tersangka Suko Hartono ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Binjai.
(cr23/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Fakta-fakta Bebasnya Anggota DPRD Saripah, PDIP hingga Pengacara Minta Komisi III Panggil Kapolres |
|
|---|
| Saripah Lubis Dipeluk Sang Ibu usai Resmi Bebas: Mulak Tondi Tu Badan Inang |
|
|---|
| Nama Ketua Demokrat Sumut Lokot Nasution Disebut sebut Disidang Korupsi DJKA |
|
|---|
| Warga Rantau Selatan Temukan Mortir Aktif saat Gali Tanah, Diduga Peninggalan Penjajah |
|
|---|
| Mobil Anggota DPRD Batubara Dirusak Orang Tak Dikenal, Diduga Diteror |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KORUPSI-Penyidik-Kejaksaan-Negeri-Kejari-Binjai.jpg)