Dinsos Antisipasi Guru Sekolah Rakyat Mundur, Siapkan Fasilitas untuk Tempat Tinggal   

Meski begitu, pihaknya tetap membuat antisipasi untuk agar guru di Sekolah Rakyat Sumut tidak mengundurkan diri.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH RAKYAT- Sejumlah orangtua menemani siswa melakukan pendaftaran masuk di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2, Sentra Bahagia, Medan, Senin (14/7/2025). Sebanyak 100 siswa SMP mulai masuk sekolah dan mengikuti belajar di Sekolah Rakyat Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, sekitar 160 guru di Sekolah Rakyat Indonesia mengundurkan diri. Padahal sekolah ini baru berjalan beberapa hari belakangan.

Menanggapi hal itu, Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Sumatra Utara Muslim mengatakan, sejauh ini, guru Sekolah Rakyat di Sumut belum ada yang teronformasi mengundurkan diri.

Meski begitu, pihaknya tetap membuat antisipasi untuk agar guru di Sekolah Rakyat Sumut tidak mengundurkan diri.

"Kalau di sini belum ada info guru mundur di (Sekolah Rakyat) Sumut. Mungkin banyak guru mundur di Jawa karena penempatannya jauh," jelasnya saat dikonfirmasi Tribun Medan, Rabu (30/7/2025).

Baca juga: Sekolah Rakyat di Padangsidimpuan Belum Beroperasi, Sempat Diprotes Siswa SMK Pertanian

Menurutnya, jika memang ada guru di Sumut yang mengundurkan diri, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Kemensos.

"Antisipasi ada, tapi sampai sekarang emang kepala sekolah yang tahu apakah ada pengunduran guru sekolah rakyat serta antisipasi yang dilakukan oleh mereka," tuturnya.

Dijelaskannya, untuk guru di Sekolag Rakyat dari awal sudah ditekankan untuk siap ditempatkan di mana saja.  

"Antisipasi paling komitmen di awal aja, calon gurunya direkrut. Kalau sebenarnya waktu ditempatkan direkrut siap ditempatkan di mana saja," jelasnya.

Selain itu, kata Muslim, pihaknya menyiapkan tempat tinggal untuk guru yang berada di Sekolah Rakyat.

"Tapi kita juga siapkan fasilitas untuk rumah tinggal di Sekolah Rakyat untuk guru. Mungkin guru yang mundur itu, karena lokasi jauh dari rumah. Nah, kalau Sumut sudah disiapkan fasilitas rumah untuk guru. Tapi seharuanya tiap Sekolah Rakyat ada asrama, tapi mungkin banyak asrama yang belum siap, mungkin," terangnya.

Namun disinggung mengenai jumlah guru sekolah rakyat, Muslim tak merinci secara detail.

"Untuk jumlah guru saya nggak pegang data. Nanti saya infokan kembali,” katanya.

Dikatakannya, jika tetap ada pengunduran diri guru Sekolah Rakyat, pihaknya akan memasukkan guru cadangan yang ikut seleski beberapa waktu lalu.

"Rencananya, jika ada guru mundur pasti akan kita rekrut guru baru. Tapi setahu saya ada cadangan guru juga kemarin karena pada saat seleksi pendaftaran membeludak. Tapi untuk cadangan ini masih informasi yang belum pasti," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pratama (SRMP) Sentra Bahagia Medan Maragoti enggan berkomentar banyak soal guru sekolab rakyat banyak yang mundur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved