Samosir Terkini

Kejari Samosir Diduga Lakukan Pungli ke Kepala Desa, Ketua APDESI Beberkan Kronologi Kejadian

Ketua APDESI Kecamatan Harian Victor Sinaga kembali angkat bicara terkait dugaan pungli di acara launching aplikasi Jaksa Garda.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
PUNGLI KEPALA DESA: Suasana pertemuan para Ketua APDESI Samosir di Kantor Dinas Sosial dan PMD Samosir di Parbaba, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir pada Rabu (9/4/2024). 

Sehingga pihak kejaksaan menggelar konferensi pers pada tanggal 24 Maret 2025 yang lalu.

Sebelumnya, beredar dugaan 128 kades membiayai kegiatan Kejaksaan yaitu Launching Aplikasi Jaksa Garda (Jaga) Desa dan Sosialisasi Aplikasi Jaga Desa. 

Ketua APDESI Kecamatan Harian Viktor Sinaga saat itu mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar yang menyebut jaksa mengutip ke kepala desa untuk kegiatan tersebut. 

Sebab, biaya yang dikumpulkan dari kepala desa di Samosir adalah inisiatif dari APDESI dan kepala desa.

"Para ketua APDESI Kecamatan sebenarnya yang memungut biaya itu untuk biaya acara tersebut. Karena banyak kepala desa yang datang dari berbagai kecamatan, acara ini berlanjut hingga sore, maka kami sepakat APDESI Kecamatan dan seluruh kepala desa agar ada biaya makan dan snacknya,” kata Viktor Sinaga pada konferensi pers, Kamis (27/3/2025) di Kantor Kejaksaan Samosir.

Viktor mengaku sangat mendukung apa menjadi kegiatan Kejari Samosir peduli desa. Diakui juga, bahwa pihaknya yang langsung menemui pihak kejaksaan agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik.

“Kami mengapresiasi segala kegiatan Kejari Samosir. Dan kami APDESI Samosir jemput bola agar kegiatan ini berjalan dengan baik. Dengan adanya launching ini, kami seluruh kepala desa bisa menggunakan dana desa itu tepat sasaran,” ungkapnya.

Ditanyakan, apakah ketua APDESI Kecamatan memberitahukan kepada pihak kejaksaan terkait inisiatifnya memungut ke kepala desa, Viktor menjawab “tidak”

Sementara Kasi Intel Kejari Samosir, Richard Simaremare menyampaikan dirinya tidak ikut campur, sebab biaya yang dikeluarkan adalah uang pribadi dari masing-masing kepala desa.

"Hak mereka, duit orang itu tidak mungkin saya ikut campur," kata Richard Simaremare.

(cr3/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved